
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan anggaran pendidikan tidak dipotong untuk mendanai program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pernyataan itu disampaikan menyusul narasi yang menyebut anggaran MBG berasal dari pos pendidikan.
“Apakah program makan bergizi ini mengurangi program pendidikan? Saya jawab, tidak,” kata Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (27/2).
Soal Sekolah Rusak dan Renovasi
Teddy juga menanggapi isu bangunan sekolah rusak yang disebut-sebut berkaitan dengan pengalihan anggaran. Ia menegaskan persoalan tersebut sudah terjadi sejak lama dan tidak ada hubungannya dengan program MBG.
Menurut dia, pada 2025 pemerintah telah merenovasi sekitar 16.000 sekolah dengan total anggaran sekitar Rp 17.000.000.000.000 yang dikelola Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen).
“Faktanya, di tahun 2025 saja, sudah ada sekitar 16.000 sekolah yang direnovasi. Datanya ada, fotonya ada, Anda bisa cek. Dengan total anggaran sekitar Rp 17 triliun. Diwadahi oleh Mendikdasmen,” tutur dia.
Program Pendidikan Era Prabowo
Teddy menyebut Presiden RI ke-8, Prabowo Subianto, juga melanjutkan dan menambah program strategis di sektor pendidikan.
Salah satunya adalah program Sekolah Rakyat untuk anak-anak yang putus sekolah atau belum pernah mengenyam pendidikan formal.
“Bahkan Presiden Prabowo menambahkan ada sekolah rakyat. Untuk apa? Anak-anak yang tidak bisa sekolah, putus sekolah, atau mungkin bahkan dia tidak pernah sekolah, disekolahkan di sekolah rakyat,” ungkap Teddy.
Ia juga membantah anggapan bahwa pemerintah tidak memperhatikan kesejahteraan guru. Menurutnya, insentif guru yang sebelumnya stagnan kini mengalami kenaikan.
“Tambahannya ini berapa? Dari tahun 2005 sampai 2025 ada namanya insentif. Dan baru naik di zaman Presiden Prabowo. Menjadi Rp 400 ribu,” jelas dia.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi PDIP, MY Esti Wijayati, menyatakan berdasarkan lampiran UU APBN 2026, anggaran MBG tercantum dalam anggaran pendidikan.
Ia menyebut dari total Rp 769.000.000.000.000 anggaran pendidikan, sebesar Rp 223.500.000.000.000 dialokasikan untuk MBG.
“Di dalam lampiran APBN yang berupa Peraturan Presiden, secara jelas dinyatakan bahwa dari Rp 769 triliun anggaran pendidikan itu, digunakan untuk MBG sebesar Rp 223,5 triliun. Itu resmi di dalam buku lampiran APBN. Kami dari Komisi X DPR RI merasa perlu menjelaskan secara gamblang agar masyarakat mengetahui kebenaran sesuai data,” ujar Esti saat konferensi pers di Sekolah Partai DPP PDIP, Jakarta Selatan, Rabu (25/2).