
Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI, Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, bicara terkait serangan AS dan Israel terhadap Iran. Menurutnya, serangan itu akan berdampak pada kondisi kawasan Timur Tengah.
Sudarnoto menilai AS dan Israel harus bertanggung jawab atas dampak negatif dan destruktif dari serangan tersebut.
“Serangan militer Israel-Amerika Serikat terhadap Iran adalah ancaman nyata bagi upaya memperkuat perdamaian sejati dan ketertiban dunia. Bukan saja Iran yang telah dikorbankan oleh ambisi hegemonik-imperialistik Israel-Amerika, tapi kawasan Teluk dan bahkan wilayah dunia lain juga terkena dampak negatif dan destruktif. Ini memang merupakan bagian dari konfigurasi geopolitik yang lebih besar di mana Israel dan Amerika adalah pihak yang harus bertanggung jawab,” kata Sudarnoto lewat keterangannya, Minggu (1/3).
Serangan ini, lanjut Sudarnoto, juga punya agenda tersembunyi untuk melemahkan dukungan Iran terhadap perjuangan Palestina sehingga AS dan Israel memiliki posisi yang kuat.
“Serangan ini jelas merupakan upaya sistematis untuk melemahkan posisi strategis Iran di kawasan, bahkan menghalangi dukungan Iran terhadap perjuangan Palestina. Jadi, ini cara untuk melakukan tekanan politik agar dominasi regional Israel atas Palestina benar-benar bisa terjamin,” jelasnya.

Sudarnoto juga menilai serangan ini menjadi bukti bahwa Presiden AS Donald Trump tak bisa menghadirkan perdamaian seperti yang ia sampaikan dalam pertemuan Board of Peace.
“Serangan ini menjadi bukti konkret bahwa Trump sejatinya perusak/penghancur perdamaian. Karena itu, BoP semakin kehilangan legitimasi moral, politik, dan bahkan hukum karena telah nyata tak berguna untuk menciptakan perdamaian sejati dan apalagi keadilan. Trump benar-benar seorang aktor yang telah membajak kata-kata ‘peace’ justru untuk ambisi hegemonik dan imperialistiknya. Dengan adanya serangan terhadap Iran maka Trump dengan BoP-nya tak bisa dipercaya menjadi badan yang memperjuangkan kedamaian dan kemerdekaan Palestina,” jelasnya.
Bahkan, menurutnya, serangan ini juga bertujuan untuk membuat Timur Tengah lumpuh sehingga Israel bisa menjalankan agenda untuk menguasai kawasan Teluk.
“Agresi Amerika-Israel ini akan mendorong perang regional, terutama di Timur Tengah. Ini memang yang dimaksudkan oleh Israel-Amerika sehingga Timur Tengah benar-benar lumpuh dan yang pada akhirnya Palestina dan Timur Tengah pada umumnya berada di bawah kendali Israel-Amerika,” ungkapnya.
“Indonesia hendaknya tidak terlibat dan harus dengan tegas menolak segala aksi agresi militer, menegakkan hukum internasional, dan memperjuangkan penyelesaian damai berbasis keadilan,” tandasnya.