
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengeluarkan peringatan keras, mengancam akan mengerahkan “kekuatan yang belum pernah terlihat sebelumnya” terhadap Iran. Ancaman ini muncul sebagai respons jika Teheran berani membalas serangan gabungan AS dan Israel yang telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Melalui platform Truth Social pada Minggu (1/3) dini hari, seperti dilaporkan oleh AFP, Trump mengklaim bahwa Iran tengah merencanakan serangan yang “lebih keras dari yang pernah mereka lakukan sebelumnya.” Dalam pesannya yang bernada peringatan, Trump secara tegas melarang Teheran untuk melaksanakan niat tersebut. Ia bahkan menuliskan dengan huruf kapital: “SEBAIKNYA MEREKA TIDAK MELAKUKAN ITU. NAMUN JIKA MEREKA MELAKUKANNYA, KAMI AKAN MENGHANTAM MEREKA DENGAN KEKUATAN YANG BELUM PERNAH TERLIHAT SEBELUMNYA!“

Peringatan keras dari Trump ini menyusul kampanye pengeboman gabungan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel di Iran, yang telah dikonfirmasi menewaskan Khamenei. Operasi militer tersebut dilakukan di tengah peningkatan besar-besaran kehadiran militer AS di kawasan Timur Tengah, sebuah pengerahan pasukan yang disebut-sebut sebagai yang terbesar sejak invasi Irak pada tahun 2003.
Serangan Balasan Iran
Sebagai respons atas agresi tersebut, Iran dilaporkan tidak tinggal diam. Teheran telah melancarkan sejumlah serangan balasan di berbagai wilayah Teluk, termasuk menargetkan ibu kota Uni Emirat Arab, Abu Dhabi, dan beberapa area dekat pangkalan militer AS yang berlokasi di kawasan strategis tersebut.
Menanggapi situasi yang semakin memanas, Trump menegaskan bahwa operasi militer AS akan terus berlanjut “selama diperlukan.” Lebih lanjut, ia juga berpendapat bahwa kematian Khamenei menghadirkan “kesempatan terbesar” bagi rakyat Iran untuk mengambil alih kekuasaan dan menggulingkan rezim yang tengah berkuasa saat ini.