Ringkasan Berita:
- Borneo FC Samarinda sempat kesal karena tidak mendapat izin official training di dalam Jakarta International Stadium jelang duel kontra Persija Jakarta pada 3 Maret 2026.
- Setelah protes dari pelatih Fabio Lefundes dan manajer Dandri Dauri, Borneo FC akhirnya diperbolehkan berlatih di stadion.
- Persija juga ikut menggunakan lapangan utama meski khawatir kondisi rumput terganggu.
Kita Tekno – Drama menjelang laga krusial Super League 2025/2026 antara Persija Jakarta dan Borneo FC Samarinda pada Selasa (3/3/2026) mencuat di Jakarta International Stadium (JIS), Sunter, Jakarta Utara. Kedua tim, yang sama-sama berambisi meraih tiga poin demi memuluskan langkah di jalur juara, sempat terlibat kisruh terkait izin penggunaan fasilitas latihan.
Ketegangan bermula ketika tim tamu, Borneo FC, mendapati bahwa mereka tidak diperbolehkan menggunakan lapangan utama JIS untuk sesi latihan resmi atau official training. Kekesalan ini diungkapkan secara langsung oleh Pelatih Borneo FC, Fabio Lefundes, yang menilai situasi tersebut sangat mengganggu persiapan tim berjuluk Pesut Etam tersebut.
Lefundes menyoroti kurangnya profesionalisme lantaran informasi larangan penggunaan JIS baru disampaikan setelah rombongan Borneo FC tiba di lokasi pertandingan. Menurutnya, regulasi kompetisi seharusnya mengizinkan tim tamu untuk melakoni official training di stadion utama. “Begitu kami tiba di sini, baru dikasih tahu bahwa kami enggak bisa pakai stadion buat official training. Menurut saya diregulasi itu harus pakai stadion buat official training,” tegas Fabio Lefundes, seperti dikutip dari Bolasport.com.
Pelatih asal Brasil itu menegaskan betapa pentingnya sesi latihan resmi di JIS. Selain untuk menjaga kualitas persiapan, latihan tersebut juga berfungsi sebagai sarana krusial bagi pemain untuk beradaptasi dengan kondisi lapangan, pencahayaan, hingga atmosfer stadion yang akan dihadapi saat pertandingan sebenarnya. Ia juga menambahkan bahwa kemajuan sepak bola nasional membutuhkan kerja sama dan sikap fair dari semua pihak, termasuk panitia pelaksana dan klub tuan rumah, apalagi ini melibatkan dua tim papan atas.
Senada dengan sang pelatih, Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, turut menyuarakan kekecewaan. Ia menjelaskan bahwa skuad Borneo FC tiba di JIS pada pukul 16.00 WIB dengan ekspektasi akan menjalani sesi latihan resmi di lapangan utama. Pihak Panpel Persija semula melarang dengan alasan sudah ada komunikasi lisan bahwa baik Persija maupun Borneo FC hanya bisa berlatih di Lapangan Latih yang berada di luar JIS, sebuah praktik yang juga diterapkan untuk klub-klub lain yang bertandang.
Namun, Dandri mengklaim bahwa informasi mengenai kewajiban berlatih di Lapangan Latih baru diterima timnya hanya lima menit setelah tiba di JIS, dan ia sendiri tidak mengetahui adanya kebijakan tersebut sebelumnya. “Di mana aturan mainnya ketika kami mau sampai dalam waktu lima menit masuk dalam pintu stadion, baru mendapatkan surat pemberitahuan tidak dapat menggunakan lapangan di dalam dan harus menggunakan lapangan luar. Kalau bicara regulasi memang ada benarnya, tetapi pemberitahuannya jangan mendadak begitu. Itu yang saya sesalkan,” ujar Dandri.
Setelah diskusi panjang dan penundaan sesi jumpa pers, Borneo FC akhirnya berhasil mendapatkan izin untuk berlatih di dalam JIS. Menariknya, kondisi ini juga membuat Persija Jakarta, yang biasanya berlatih di Lapangan Latih, turut menggunakan lapangan utama sebagai persiapan akhir melawan Borneo FC. Dandri mempertanyakan motif di balik keputusan mendadak ini, mengingat laga tersebut sangat disorot karena kedua tim bersaing ketat di papan atas klasemen sementara Super League 2025/2026.
Meskipun sempat kesal, Dandri mencoba mengambil sisi positif dari kejadian ini, menganggapnya sebagai pelajaran berharga untuk diterapkan di daerah asalnya, Kalimantan Timur, terutama ketika Borneo FC menjadi tuan rumah di masa depan, termasuk saat berlaga di Ibu Kota Nusantara (IKN). Ia juga membantah alasan perihal JIS sedang dalam perawatan, seraya menekankan pentingnya perlakuan yang sama kepada setiap tim yang berlaga. “Yang katanya JIS lagi perawatan, Anda bisa lihat sendiri. Mana perawatannya? Kalau tim lain bisa dilakukan seperti itu, saya tidak bisa. Karena saya memberikan yang sama. Hak yang sama di Segiri. Teman-teman Persija berlatih nyaman. Lampu saya nyalakan. Artinya apa yang menjadi regulasi harus kita sama-sama patuhi,” tegas Dandri.
Dandri bahkan mengungkapkan bahwa ia baru mengetahui fakta bahwa banyak tim lawan Persija sebelumnya selalu menjalani latihan di luar stadion. Ia bersyukur Borneo FC akhirnya diizinkan berlatih di dalam JIS.
Kekhawatiran Juru Taktik Persija
Di sisi lain, Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, mengungkapkan kekhawatiran mendalamnya terhadap kondisi rumput JIS setelah digunakan Borneo FC untuk official training. Biasanya, klub-klub lawan Persija tidak pernah berlatih di lapangan utama JIS dan menerima keputusan yang disampaikan Panpel Persija secara lisan.
Panpel Persija memiliki alasan kuat untuk kebijakan tersebut, yakni menjaga rumput JIS tetap steril dan hanya digunakan untuk pertandingan demi memastikan kualitas lapangan terbaik bagi kedua tim. Namun, karena Borneo FC mengklaim tidak menerima surat resmi terkait larangan tersebut, situasi sempat memanas dan akhirnya Borneo FC diizinkan berlatih di lapangan utama.
Mauricio Souza mengakui pentingnya official training di venue pertandingan untuk adaptasi pemain. “Selalu, setiap kali kami bepergian, kami juga meminta untuk melakukan pengenalan lapangan. Penting bagi Anda mengenali lapangan, melakukan setidaknya satu latihan di lapangan tempat Anda akan bermain,” ujar Mauricio Souza dikutip dari Bolasport.com. Ia juga memahami kebutuhan Borneo FC, yang baru tiba sehari sebelumnya, untuk sesi latihan tersebut.
Meskipun demikian, pelatih asal Brasil itu tidak dapat menyembunyikan kekhawatirannya. Ia menilai intensitas penggunaan lapangan untuk dua sesi latihan dalam waktu berdekatan berpotensi memengaruhi kualitas permukaan rumput JIS. Persija pun akhirnya mengikuti jejak Borneo FC dengan berlatih di lapangan utama JIS. “Sayang sekali lapangannya tidak dalam kondisi baik untuk menerima dua sesi latihan hari ini, sehari sebelumnya. Saya berharap ini tidak semakin merusak kondisi rumput,” pungkas Mauricio Souza, berharap kondisi lapangan tetap optimal untuk pertandingan.
Prediksi Susunan Pemain
Dikutip dari akun Instagram @infokomjakmania, berikut prediksi line-up Persija Jakarta Vs Borneo FC:
Persija (4-2-3-1)
- Andritany Adhiyasa
- Tubarao-Ridho-Thales-Dony
- Jordi Amat – Fabio
- Maxwell-Allano-Alaeddine-Gustavo
Borneo FC (4-2-3-1)
- Nadeo
- Buffon-Komang-Diego-Caxambu
- Hirose-Rivaldo
- Anez-Villa-Peralta
- Koldo
Head to Head
- 28 September 2025: Borneo FC 3 – 1 Persija Jakarta
- 04 Mei 2025: Borneo FC 1 – 0 Persija Jakarta
- 10 Desember 2024: Persija Jakarta 1 – 1 Borneo FC
- 30 Juli 2024: Borneo FC 2 – 1 Persija Jakarta
- 06 Februari 2024: Borneo FC 3 – 1 Persija Jakarta
Prediksi Skor
Pertandingan ini diprediksi akan berjalan dengan intensitas tinggi karena kedua tim tetap mengincar tiga poin penuh untuk memperkuat posisi mereka di puncak klasemen dan memperbesar peluang juara. Berdasarkan tren performa terkini dan head-to-head, peluang kemenangan berimbang namun sedikit condong ke tim tuan rumah yang ingin bangkit dari kekalahan putaran pertama.
Persija Jakarta 2 – 1 Borneo FC Samarinda.
BERITA TERKAIT
- Baca juga: Dendam Terbalasa hingga Debut Gol Alaeddine, Persija Digdaya di JIS Kalahkan PSM Makassar 2-1
- Baca juga: Sosok Urip, Jakmania Disabilitas Datang ke JIS Naik Motor Mini, Prediksi Persija Taklukkan PSM 4-0
- Baca juga: Siasat Pelatih Persija Permalukan PSM Makassar di JIS, Calonego Ungkap 3 Hal Penting Sebelum Laga
Baca berita TribunJakarta.com lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks Berita