
Militer Israel tidak akan mengerahkan pasukan darat ke Iran. Mereka hanya bersiap untuk kampanye militer selama beberapa pekan.
Israel bersama Amerika Serikat mulai menyerang Iran pada Sabtu (28/2). Serangan itu menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Setelah konflik berjalan tiga hari, juru bicara (jubir) Militer Israel Letkol Nadav Shoshani mengakui adanya persiapan untuk operasi militer selama beberapa pekan di Iran.
“Kami mempersiapkan cakupan umum dalam waktu beberapa pekan,” kata Shoshani seperti dikutip dari AFP.
Shoshani menambahkan, durasi perang sangat mungkin berubah. Hal itu bergantung pada perkembangan di lapangan.
Ia juga mengeklaim terdapat perkembangan positif dalam operasi militer Israel di Iran.

Shoshani kemudian membantah kabar bahwa Israel akan mengirim pasukan darat. Bahkan, menurutnya, hal itu sangat kecil kemungkinannya terjadi.
“Saya rasa itu bukan sesuatu yang sangat mungkin saat ini bagi pasukan Israel. Saat ini belum ada gagasan praktis yang saya ketahui,” ujarnya.
Operasi darat ke Iran memang hampir mustahil. Hal ini karena jarak kedua negara sangat jauh, sekitar 2.000 km sehingga pengiriman logistik bukan hal mudah. Belum lagi medan Iran yang bak “benteng alam”.