Hassan Wirajuda Singgung Peran Netanyahu Dibalik Serangan Israel-AS ke Iran

Photo of author

By AdminTekno

Mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) Hassan Wirajuda baru-baru ini menyoroti dugaan peran signifikan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam insiden serangan gabungan Israel-Amerika Serikat (AS) terhadap Iran. Pernyataan Hassan Wirajuda ini mengundang perhatian luas, mengingat serangan tersebut datang sebagai kejutan bagi banyak pihak.

Kejutan itu bukan tanpa alasan. Hanya sepekan sebelum serangan mendadak itu terjadi, Amerika Serikat dan Iran dilaporkan tengah terlibat dalam serangkaian perundingan intensif di Jenewa. “Banyak yang kaget juga. Sebetulnya kan ada informasi bahwa perundingan di Jenewa itu berhasil,” ujar Hassan saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (3/3). Beliau menambahkan bahwa seorang diplomat Oman, yang bertindak sebagai mediator sekaligus pencatat dalam perundingan tersebut, mengonfirmasi keberhasilan negosiasi itu.

Lebih lanjut, Hassan Wirajuda mengungkapkan bahwa hasil positif dari perundingan di Jenewa itu bahkan telah disampaikan kepada Gedung Putih. Pihak Amerika Serikat disebut-sebut telah memberikan semacam janji atau komitmen tertentu terkait hasil kesepakatan tersebut. Namun, di luar dugaan, serangan terhadap Iran tetap terjadi, mengabaikan kemajuan yang telah dicapai melalui jalur diplomatik.

“Tapi ya slip pada last minute, entah apa di balik itu kita tidak tahu,” tutur Hassan. Ia kemudian berspekulasi mengenai faktor di balik perubahan mendadak ini. “Bisa jadi ya, bisa jadi, ini omong kosong aja, Netanyahu berhasil meyakinkan Amerika,” ungkapnya, mengisyaratkan kemungkinan pengaruh kuat dari pemimpin Israel tersebut.

Sejarah mencatat bahwa Israel secara konsisten memandang Iran sebagai ancaman eksistensial utama. Pandangan ini diperkuat oleh retorika Iran yang secara terbuka menyerukan pemusnahan Israel dari peta dunia, serta kekhawatiran serius Israel terhadap program nuklir Iran yang dianggap dapat membahayakan keamanan mereka. Oleh karena itu, hubungan antara kedua negara selalu diwarnai ketegangan.

Di tengah situasi yang kompleks dan perundingan sensitif antara AS-Iran yang dimediasi Oman, Israel dengan dukungan sekutu terkuatnya, Amerika Serikat, melancarkan serangan terhadap Iran pada tanggal 28 Februari 2026. Peristiwa ini semakin memperkeruh dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah dan meninggalkan banyak pertanyaan mengenai proses diplomatik di baliknya.

Leave a Comment