Tak takut gertakan Trump, Iran siap ladeni pasukan AS jika turun ke darat: bencana besar bagi mereka

Photo of author

By AdminTekno

Ringkasan Berita:

  • Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi siap hadapi ancaman invasi darat dari militer Amerika Serikat dan Israel.
  • Iran bersiap menghadapi skenario terburuk, termasuk jika pasukan darat AS dan Israel benar-benar memasuki wilayah mereka.
  • Kepercayaan diri militer Iran saat ini cukup tinggi untuk menghadapi konfrontasi terbuka di medan perang.

Kita Tekno  Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyampaikan sikap tegas negaranya terkait ancaman invasi darat dari militer Amerika Serikat dan Israel.

Dalam pernyataannya, Araghchi menegaskan bahwa pemerintah dan militer Iran tidak merasa gentar menghadapi kemungkinan serangan langsung tersebut.

Ia bahkan menyebut bahwa Iran justru telah bersiap menghadapi skenario terburuk, termasuk jika pasukan darat AS dan Israel benar-benar memasuki wilayah mereka.

Menurutnya, kepercayaan diri militer Iran saat ini cukup tinggi untuk menghadapi konfrontasi terbuka di medan perang.

“Tidak, kami tidak takut. Kami justru menunggu mereka. Kami sangat percaya diri dapat menghadapi mereka, dan itu akan menjadi bencana besar bagi mereka,” tegas Araghchi dalam wawancara video dengan NBC Nightly News langsung dari Teheran, Kamis (5/3/2026).

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Iran tidak hanya bersiap secara defensif, tetapi juga siap memberikan respons keras jika invasi benar-benar terjadi.

Para analis menilai, apabila ancaman invasi darat oleh AS dan Israel itu terealisasi, konflik yang berlangsung saat ini akan memasuki tahap yang jauh lebih berbahaya.

Fase tersebut diperkirakan akan meningkatkan intensitas pertempuran dan berpotensi menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar di kedua kubu.

Di sisi lain, komunitas internasional juga mulai mengkhawatirkan dampak lanjutan dari konflik tersebut terhadap stabilitas global.

Ketegangan yang terus meningkat di kawasan Teluk dikhawatirkan turut memicu gejolak ekonomi dunia, terutama pada sektor energi yang sangat bergantung pada keamanan wilayah tersebut.

Trump Buka Opsi mengerahkan pasukan darat

Presiden AS Donald Trump menegaskan tidak akan mengulangi janji presiden-presiden sebelumnya yang kerap mengharamkan pengerahan pasukan darat (boots on the ground). Trump menyatakan opsi tersebut tetap terbuka jika situasi di lapangan mengharuskan.

“Saya tidak ragu mengirim pasukan darat. Saya tidak mengatakan ‘tidak akan ada pasukan darat’.

Saya katakan ‘mungkin tidak membutuhkannya’ atau ‘jika diperlukan’,” ujar Trump, Selasa (3/3/2026).

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menambahkan bahwa hingga saat ini belum ada pasukan AS yang masuk ke wilayah Iran, namun kesiapan pengerahan terus dipantau guna melindungi kepentingan keamanan Amerika dan sekutunya.

Eskalasi ini dipicu oleh kegagalan perundingan di Jenewa pekan lalu.

Trump mengklaim intelijen AS menemukan bukti bahwa Iran diam-diam melanjutkan pengayaan nuklir di lokasi rahasia.

Sementara, Araghchi menuding AS tidak jujur karena meluncurkan serangan justru saat negosiasi sedang berlangsung dengan utusan Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner.

“Kami tidak punya pengalaman positif bernegosiasi dengan AS.

Di tengah negosiasi, mereka menyerang kami. Jadi tidak ada alasan untuk terlibat lagi dengan mereka yang tidak punya itikad baik,” tambah Araghchi.

Araghchi melaporkan 171 anak-anak tewas dalam serangan di sebuah sekolah dasar di Minab.

Meski pihak militer AS menyatakan tengah melakukan investigasi, Araghchi dengan tegas menyalahkan koalisi AS-Israel atas tragedi tersebut.

(TribunNewsmaker.com/ Tribunnews)

Leave a Comment