Pram soal 75 RT Jakarta terendam banjir: curah hujan tinggi, pompa disiapkan

Photo of author

By AdminTekno

Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Sabtu malam hingga Minggu (8/3) menyebabkan puluhan wilayah terendam banjir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sedikitnya 75 RT terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai lebih dari satu meter di sejumlah titik.

Menanggapi kondisi tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan curah hujan yang terjadi tergolong ekstrem, bahkan mencapai 264 milimeter per hari.

“Hari ini di Jakarta dan sekitarnya curah hujan itu 264 mm per hari. Itu termasuk curah hujan yang sangat, sangat tinggi,” kata Pramono kepada wartawan di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (8/3).

Pemprov Siagakan 1.200 Pompa Air

Pramono mengatakan Pemprov DKI Jakarta telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi, terutama Dinas Sumber Daya Air, untuk melakukan penanganan banjir sejak Sabtu malam.

Menurutnya, pemompaan air sudah dilakukan di sejumlah wilayah guna mempercepat surutnya genangan.

Pemprov DKI juga menyiapkan sekitar 1.200 pompa air, termasuk pompa portabel, untuk mengantisipasi peningkatan debit air di wilayah rawan banjir.

“Sekitar 1.200 pompa sudah dipersiapkan, termasuk pompa portabel di beberapa daerah,” ujarnya.

Hujan di Hulu Tambah Debit Air

Ia menambahkan, hujan lebat tidak hanya terjadi di Jakarta, tetapi juga di wilayah hulu seperti Bogor dan Tangerang yang berpotensi menambah debit air yang mengalir ke ibu kota.

Beberapa titik yang menjadi perhatian di antaranya kawasan Daan Mogot dan Jalan DI Panjaitan, yang kerap mengalami genangan saat hujan deras.

“Pompa terus dilakukan sehingga lalu lintas masih bisa berjalan walaupun ada sedikit genangan,” kata Pramono.

Normalisasi Sungai

Selain penanganan darurat, Pemprov DKI Jakarta juga melanjutkan program normalisasi sejumlah sungai untuk mengurangi risiko banjir.

Beberapa sungai yang sedang dinormalisasi antara lain Sungai Ciliwung, Cakung Lama, dan Krukut.

Normalisasi Sungai Cakung Lama ditargetkan rampung pada 2027 dan diharapkan dapat membantu mengurangi potensi banjir di Jakarta.

Leave a Comment