Pandji Pragiwaksono soal kasus adat Toraja: Harapannya di-restorative justice

Photo of author

By AdminTekno

Komika Pandji Pragiwaksono berharap kasusnya terkait dugaan ujaran kebencian bermuatan SARA terhadap masyarakat Toraja bisa diselesaikan secara restorative justice.

Pandji mengatakan, terkait restorative justice memang tidak dibahas secara langsung oleh penyidik dalam pemeriksaan yang dilakukan pada hari ini, Senin (9/3). Namun, proses sidang adat yang sebelumnya ia jalani di Toraja dinilai sudah menjadi bagian dari penyelesaian masalah tersebut.

“Mungkin tidak secara langsung ya, hanya saja memang dibahas soal proses sidangnya, apa yang terjadi, apa yang disepakati. Harapannya sih memang itu yang kemudian dikedepankan, restorative justice-nya, karena kan antara saya dengan perwakilan sah dan legitimate dari masyarakat Toraja sudah terjadi,” kata Pandji usai menjalani pemeriksaan oleh Bareskrim Polri, Senin (8/3).

Pandji mengatakan akan tetap mengikuti proses hukum yang berjalan. Ia percaya kasus tersebut akan menemukan titik terang.

“Saya sih sama saja, dalam arti saya percaya bahwa semua ini akan ketemu titik terangnya. Saya lewati prosesnya saja,” ujarnya.

Pandji juga menyebut dirinya bersyukur dapat bertemu langsung dengan masyarakat adat Toraja dalam sidang adat yang digelar sebelumnya.

“Saya percaya dengan proses yang berjalan. Saya bersyukur bahwa dibukakan jalan untuk bertemu dengan masyarakat adat. Menurut saya pengalaman saya di Toraja adalah salah satu pengalaman yang sangat-sangat berkesan melewati proses sidang yang adil dan demokratis dan senang bisa terlibat dari sebuah tradisi yang sudah berjalan selama ribuan tahun,” ucapnya.

Sebelumnya, Pandji telah menjalani sidang adat di Tongkonan Layuk Kaero, Tana Toraja, pada 10 Februari. Dalam sidang tersebut, ia dijatuhi sanksi adat berupa satu ekor babi dan lima ekor ayam sebagai simbol pemulihan hubungan sosial.

Leave a Comment