
Nilai tukar rupiah pada hari ini, Selasa (10/3), terpantau menguat. Berdasarkan laporan Bloomberg, rupiah pada pukul 11.21 WIB berada pada level Rp 16.892 per dolar AS, naik 57 poin atau 34 persen.
Pada perdagangan kemarin, nilai tukar rupiah dibuka menyentuh Rp 17.017 per dolar AS, kemudian menguat pada sore hari pukul 15.59 WIB, rupiah berada di posisi Rp 16.949 per dolar AS.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya mengatakan pelemahan rupiah dan tekanan di pasar saham saat ini lebih dipengaruhi oleh sentimen global. Faktor utama yang memicu gejolak adalah meningkatnya ketegangan geopolitik internasional yang mendorong kenaikan harga energi, terutama minyak.
Pemerintah, kata dia, terus memantau perkembangan harga minyak global karena berpotensi mempengaruhi kondisi fiskal negara, khususnya terkait belanja subsidi energi. Meski demikian, pemerintah belum akan mengambil langkah kebijakan secara terburu-buru.

“Kita lihat dulu sebulan ini seperti apa keadaannya. Nanti kita evaluasi secara menyeluruh,” Senin (9/3).
Purbaya meminta pelaku pasar dan masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa kondisi ekonomi nasional sedang menuju krisis. Menurut dia, pemerintah memiliki pengalaman dalam menghadapi berbagai tekanan ekonomi global.
“Teman-teman tidak usah takut. Kita sudah punya pengalaman menghadapi berbagai krisis dan tahu bagaimana menjaganya,” katanya.