
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, DPR tengah mempercepat pembahasan sejumlah rancangan undang-undang (RUU) prioritas. Total ada 5 RUU yang akan dikebut pembahasannya, mulai dari RUU Perampasan Aset hingga RUU Ketenagakerjaan.
Dasco menjelaskan beberapa RUU akan lebih dulu diparipurnakan sebagai usul inisiatif DPR sebelum masuk tahap pembahasan bersama pemerintah.
“Barusan kami habis rapat di Badan Legislasi, dan sebentar lagi akan mengadakan rapat pimpinan dan rapat badan musyawarah yang pada paripurna besok, DPR akan mengesahkan di paripurna yaitu, satu, Undang-Undang Pekerja Pembantu Rumah Tangga (PPRT) menjadi usul inisiatif DPR dan akan segera dibahas untuk menjadi Undang-Undang,” kata Dasco di Kompleks DPR, Jakarta, Rabu (11/3).
Selain itu, DPR akan memparipurnakan RUU Hak Cipta sebagai usul inisiatif lembaga legislatif.
“Lalu yang kedua, besok juga akan diparipurnakan sebagai usul inisiatif DPR, Undang-Undang Hak Cipta,” ujarnya.
Baleg Bentuk Tim Bahas RUU Ketenagakerjaan
Di sisi lain, Badan Legislasi DPR RI juga akan mulai membentuk tim bersama serikat pekerja untuk membahas RUU Ketenagakerjaan. RUU tersebut nantinya akan disesuaikan dengan putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.
“Selanjutnya, Badan Legislasi akan memulai segera untuk membentuk tim bersama dengan para serikat pekerja untuk membahas Undang-Undang Tenaga Kerja yang akan sesuai dengan keputusan MK, yang akan menjadi usul inisiatif DPR,” tutur Dasco.
Selain itu, DPR juga akan membuka partisipasi publik dalam proses harmonisasi RUU Perampasan Aset serta memulai pembahasan RUU Satu Data.
“Selanjutnya juga Badan Legislasi akan juga menggelar partisipasi publik untuk pembuatan atau kemudian harmonisasi dari Undang-Undang Perampasan Aset dan berikutnya segera dibahas Undang-Undang Satu Data,” kata Dasco.
Target Rampung Tahun Ini
Dasco menargetkan sejumlah RUU tersebut dapat diselesaikan pada tahun ini. Menurutnya, DPR sudah mulai membahasnya sejak awal sehingga proses legislasi diharapkan berjalan lebih cepat.
“Kita targetnya insyaallah tahun ini. Targetnya insyaallah tahun ini dapat diselesaikan,” ujar Dasco.
Ia optimistis target tersebut dapat tercapai karena sudah ada komitmen antara Baleg dan komisi terkait untuk mempercepat pembahasan RUU yang menjadi perhatian publik.
“Ya karena kita sudah mulai dari sekarang dan tadi sudah ada komitmen dengan para teman-teman dari Baleg maupun komisi terkait untuk kita memenuhi target Undang-Undang yang penting-penting, yang kemudian menjadi perhatian publik untuk segera diselesaikan,” tandasnya.