Luhut sebut Iran bangsa Arya yang tak mudah ditaklukkan

Photo of author

By AdminTekno

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan angkat bicara perihal konflik di Timur Tengah, yang melibatkan Amerika Serikat-Israel melawan Iran.

Luhut menyebut, dari informasi yang diterima fokus Israel-AS adalah melumpuhkan pertahanan udara Iran dan kapasitasnya. Namun, Luhut meyakini Iran tidak akan mudah ditaklukkan.

Hal tersebut Luhut sampaikan di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (13/3).

“Kalau kita lihat Operation Fury, dan Roaring Lion serangan khas Amerika Serikat dan Israel ke Iran, itu mereka menargetkan ada 3, yaitu melumpuhkan pertahanan udara Iran, melumpuhkan kapasitas Iran, dan seterusnya,” ujar Luhut.

“Bangsa Iran ini sebenarnya bangsa Arya, jadi tidak mudah juga ditaklukkan,” sambungnya.

Luhut melaporkan bahwa jumlah rudal yang ditembakkan Iran sudah menurun tajam. Hanya saja, ia melihat bahwa Iran menerjunkan drone yang bisa menembak dari mana saja. Karenanya, Luhut menilai, apa yang terjadi di Timur Tengah adalah perang teknologi.

“Jumlah rudal yang ditembakkan Iran menurun tajam. Karena 50 persen peluncuran rudal dilaporkan telah dihancurkan. Tapi juga jangan lupa, mereka sudah membuat drone-drone yang murah, yang bisa ditembakkan hampir dari mana saja. Tapi teknologi AI, itu juga memang berkembang. Jadi ini adalah, menurut saya, perang teknologi dan juga spirit untuk melawan,” jelas Luhut.

Sementara itu, Luhut menyebut jumlah drone yang ditembakkan Iran terus menurun. Hal itu karena berdasarkan data yang diterima Luhut, pabrik drone Iran banyak yang dihancurkan Amerika.

“Karena Amerika memang dari sumber data yang kami dapat, memang menargetkan untuk menghancurkan pabriknya, menghancurkan arsenal-nya dan tempat-tempat peluncurannya. Namun juga Iran cukup cerdik. Mereka melakukan mobile peluncuran,” pungkasnya.

Leave a Comment