
Seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI), Prada Nawawi M.M. Latifullah, berhasil meraih juara pertama hafalan Al-Qur’an 30 juz dalam ajang Musabaqoh Hifdzil Qur’an (MHQ) Internasional yang digelar di Libya.
“Membanggakan, prajurit TNI bernama Prada Nawawi M.M. Latifullah berhasil menjadi juara pertama hapalan Al Qur’an 30 juz dalam ajang Musabaqoh Hifdzil Qur’an (MHQ) Internasional yang digelar di Kota Misurata, Libya, sejak tanggal 7 sampai dengan 14 Maret 2026,” kata Kabidpeninter Puspen TNI Letkol Inf Dedi Akhiruddin dalam keterangannya, Minggu (15/3).
Dalam kompetisi tersebut, Nawawi mampu mengungguli para peserta dari sejumlah negara, seperti Libya, Mauritania, Comoro, Pantai Gading, serta delegasi lainnya dari Indonesia.
Dedi menyebut, prestasi itu diraih setelah Nawawi menampilkan kemampuan hafalan Al-Qur’an yang dinilai unggul oleh dewan juri. Kompetisi ini juga disaksikan langsung oleh sejumlah pejabat tinggi Libya.
“Dengan penuh keyakinan dan ilmu yang dimiliki dalam menghafal Al Qur’an, Prada Nawawi sangat bersyukur menjadi juara pertama dalam kompetisi yang disaksikan oleh Perdana Menteri Libya, Panglima Tentara Libya, Wamenhan Libya dan Kepala Staf Angkatan Tentara Libya,” ujarnya.

Delegasi Indonesia yang berpartisipasi dalam ajang tersebut terdiri dari personel TNI yang telah melalui proses seleksi ketat sebelum diberangkatkan mewakili Indonesia di tingkat internasional.
“Kehadiran delegasi Indonesia membawa nama baik dan kehormatan Indonesia di tingkat internasional, yang mana momentum ini bertepatan di bulan suci Ramadhan, delegasi Indonesia mempromosikan nilai-nilai Al-Qur’an di tingkat Internasional,” kata Dedi.
Selain itu, partisipasi Indonesia diharapkan dapat mempererat hubungan persahabatan dengan negara-negara peserta sekaligus memperkuat citra positif Indonesia di kancah global.
“Partisipasi delegasi Indonesia diharapkan dapat mempererat hubungan persahabatan serta menunjukkan keramahtamahan antara Indonesia dengan negara-negara peserta yang turut hadir,” tutur Dedi.
“Sekaligus meningkatkan citra positif Indonesia serta mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila khususnya sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya.