Ringkasan Berita:
- Eliano Reijnders menghadapi persaingan ketat untuk menembus skuad final Timnas Indonesia dari 41 pemain yang dipanggil.
- Ia menargetkan kemenangan di FIFA Series sambil terus berjuang mengamankan posisi.
- Di sisi lain, Frans Putros rela meninggalkan rencana liburan demi membela Irak dalam play-off menuju Piala Dunia 2026.
Kita Tekno BANDUNG – Kesempatan membela Tim Nasional Indonesia menjadi momen penting bagi Eliano Reijnders.
Pemain milik Persib ini masuk dalam daftar nama yang dipanggil, sekaligus membuka peluangnya tampil bersama skuad Garuda pada agenda FIFA Series yang akan datang.
Pemain yang dikenal fleksibel dalam berbagai posisi itu memperkirakan kompetisi internal di tubuh Timnas bakal berlangsung sengit. Ia melihat banyaknya pemain yang dipanggil sebagai sinyal bahwa persaingan menuju skuad utama tidak akan mudah.
Dalam daftar sementara yang berisi 41 pemain, Eliano menyadari jalan menuju tim inti penuh tantangan. Ia memahami bahwa hanya sebagian kecil dari daftar tersebut yang akan bertahan hingga penentuan akhir.

Menggunakan nomor punggung 2 bersama Pangeran Biru, Eliano menegaskan pentingnya usaha maksimal agar bisa bertahan dalam seleksi. Ia menyebut, kerja keras menjadi satu-satunya cara untuk mengungguli pemain lain di posisi serupa.
“Dari data itu mungkin hanya bisa diambil 23 pemain dan dipilih starting eleven. Jadi, saya harus bisa mengalahkan 30 pemain lainnya,” kata Eliano dilansir laman klub, 21 Maret 2026.
Menatap dua laga yang akan dijalani Timnas dalam FIFA Series, pemain berdarah Maluku itu mengusung ambisi besar. Ia ingin tim mampu meraih hasil sempurna dalam dua pertandingan tersebut.
Optimisme itu, menurutnya, bukan hanya milik pribadi, tetapi juga dirasakan oleh seluruh anggota tim. Ia menilai semua pemain memiliki semangat yang sejalan untuk mengejar kemenangan.
“Tentu kami mau memenangkan dua pertandingan itu, dan saya pikir orang-orang juga berpikir hal yang sama,” tegasnya.
Di luar aspek teknis, Eliano juga menyinggung sosok pelatih Timnas, John Herdman. Ia mengaku telah memiliki sedikit gambaran mengenai karakter sang pelatih.
Pengalaman singkat berbincang langsung saat Herdman menyaksikan pertandingan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api turut memberinya kesan awal.
“Ya, saya tahu sedikit tentangnya. Kami juga sempat mengobrol ketika dia menonton pertandingan di sini (GBLA),” pungkasnya.

Sementara itu, kabar lain datang dari rekan setimnya di lini pertahanan, Frans Putros. Ia menerima panggilan resmi untuk memperkuat Tim Nasional Irak yang tengah bersiap menghadapi fase play-off antarbenua menuju Piala Dunia 2026.
Timnas Irak dijadwalkan menjalani pemusatan latihan di Monterrey, Meksiko. Agenda tersebut berlangsung mulai 23 Maret hingga 2 April 2026 sebagai bagian dari persiapan menghadapi laga penting.
Keputusan memenuhi panggilan negara membuat Putros harus mengorbankan waktu jeda kompetisi yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk beristirahat.
Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya sempat memiliki rencana pribadi untuk berlibur. Beberapa destinasi di Indonesia maupun negara lain sempat masuk dalam rencana tersebut.
“Saya pergi ke tim nasional, saya tidak akan memiliki libur. Namun, jika saya tidak pergi, saya akan memiliki sedikit waktu liburan, mungkin mengunjungi negara baru atau tetap di sini di Indonesia. Tidak ada rencana yang spesial,” ujarnya.

Meski demikian, demi target besar membawa Irak lolos ke putaran final Piala Dunia 2026, Putros memilih menomorsatukan tugas negara.
Ia menilai, harapan publik Irak untuk kembali tampil di panggung sepak bola dunia begitu besar, sehingga menjadi motivasi tambahan bagi seluruh pemain.
Karena itu, ia memastikan seluruh anggota tim sudah memusatkan perhatian sepenuhnya pada pertandingan di Meksiko. Target utama mereka adalah meraih kemenangan demi mengamankan tiket ke putaran final.
“Kami memiliki pertandingan ini di Meksiko. Sejak kami mengetahui hal ini, kami sudah mempersiapkan diri dan kami ingin memenangkan pertandingan tersebut untuk bisa pergi ke Piala Dunia,” tegasnya.
Berdasarkan hasil undian FIFA, Irak langsung menempati jalur final path 2. Mereka akan menghadapi pemenang dari laga antara Bolivia dan Suriname yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Maret 2026.