Cucu Mpok Nori dibunuh mantan suami, sudah dibuntuti di kontrakan, keluarga ungkap chat terakhir

Photo of author

By AdminTekno


Ringkasan Berita:

  • Cucu Mpok Nori dibunuh mantan suami, sudah dibuntuti di kontrakan.
  • Meski sudah berpisah, pelaku justru menyewa tempat tinggal di sekitar kontrakan korban untuk memantau gerak-geriknya.
  • Interaksi terakhir keluarga dengan Anggi terjadi pada Kamis malam melalui pesan singkat sekitar pukul 21.30 WIB.

Kita Tekno – – Sosok Dewhinta Anggary, cucu Mpok Nori ya ng dibunuh oleh mantan suaminya sendiri.

Di mata keluarga, Dewhinta Anggary yang akrab disapa Anggi dikenal sebagai sosok yang baik, penurut, dan murah senyum.

Kakak kandungnya, Dian Puspitasari, mengenang Anggi sebagai pribadi yang selalu mengalah, bahkan ketika mendapat teguran dari keluarga.

Menurut Dian, Anggi kerap merespons dengan senyuman, menunjukkan sifatnya yang sabar dan tidak suka memperpanjang masalah.

Cucu dari seniman legendaris Mpok Nori itu juga dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap anak-anak, khususnya para keponakannya.

Namun di balik kepribadiannya yang ceria, Anggi ternyata menyimpan beban dalam kehidupan rumah tangganya.

Ia diketahui telah berpisah dari mantan suami sirinya, FD, pada awal Februari 2026.

Keputusan tersebut membuat Anggi memilih tinggal sendiri di sebuah rumah kontrakan.

Meski hubungan telah berakhir, keberadaan mantan suaminya masih membayangi kehidupan Anggi.

FD disebut-sebut menyewa tempat tinggal di sekitar kontrakan korban untuk memantau aktivitasnya. 

Pelaku Mengintai Korban

Dian mengungkapkan bahwa adiknya telah ditalak oleh FD pada awal Februari 2026, yang kemudian membuat Anggi memutuskan untuk tinggal sendiri di rumah kontrakan.

Meski sudah berpisah, pelaku justru menyewa tempat tinggal di sekitar kontrakan korban untuk memantau gerak-geriknya.

Dian melihat adanya perubahan sikap yang memicu kecemburuan pelaku, terutama setelah Anggi mulai aktif bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Sejak adik saya kerja, temannya jadi banyak, ada aktivitas di luar dan banyak interaksi. Mungkin dia (pelaku) cemburu,” ujar Dian.

Menurutnya, selama ini Anggi seolah dikekang dan dilarang berkomunikasi dengan orang lain oleh pelaku yang memiliki sifat sangat cemburuan.

Interaksi Terakhir

Interaksi terakhir keluarga dengan Anggi terjadi pada Kamis malam melalui pesan singkat sekitar pukul 21.30 WIB.

Setelah itu, komunikasi terputus karena kesibukan masing-masing menjelang Lebaran.

Dian bahkan sempat berpapasan dengan Anggi saat hendak ke pasar pada hari Kamis, namun ia baru menyadari belakangan bahwa saat itu pelaku ternyata sedang membuntuti korban dari belakang.

Tragedi ini akhirnya terungkap pada Sabtu (21/3/2026) dini hari saat ibu dan adik korban berniat membangunkannya.

Karena pintu terkunci rapat dan tidak ada respons, sang adik memanjat jendela yang terbuka dan menemukan Anggi sudah meninggal dunia.

Kepala Subdit Resmob Polda Metro Jaya, AKBP Ressa Fiardi Marasabessy, mengonfirmasi kondisi di lokasi.

“Korban ditemukan meninggal dunia di lantai dengan kondisi di lantai dan kasur terdapat darah mengering,” jelasnya.

Kini, jenazah cucu Mpok Nori tersebut telah dimakamkan di TPU Pondok Ranggon setelah sebelumnya menjalani otopsi di RS Polri Kramat Jati.

Pihak keluarga menyatakan akan mengikuti prosedur kepolisian dan berharap pelaku mendapatkan hukuman seberat-beratnya.

Di sisi lain, Dian juga menyayangkan beredarnya foto kondisi jenazah adiknya di media sosial yang dinilai sangat menyakiti perasaan keluarga besar yang sedang berduka.

(TribunTrends.com/TribunnewsBogor.com)

Jangan lewatkan berita-berita TribunTrends.com tak kalah menarik lainnya di Google News, Threads, dan Facebook

Leave a Comment