
Lonjakan arus balik Lebaran 2026 di ruas Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) mulai menunjukkan tren peningkatan signifikan pada H+2 Lebaran, Selasa (24/3).
Astra Tol Cipali mencatat puluhan ribu kendaraan mulai memadati jalur menuju arah Jakarta sejak dini hari hingga sore hari.
Sustainability Management & Corporate Communications Dept. Head Astra Tol Cipali, Ardam Rafif Trisilo, menjelaskan bahwa data volume kendaraan terus merangkak naik.
”Berdasarkan data periode pukul 00.00 hingga 17.00 WIB pada H+2 Lebaran ini, arus lalu lintas one way menuju Jakarta di ruas Tol Cipali terpantau terus meningkat. Tercatat sekitar 74 ribu kendaraan telah melintasi eks Gerbang Tol Cikopo menuju arah Jakarta,” ujar Ardam dalam keterangan resminya.
Angka tersebut, menurut Ardam, telah mencapai sekitar 92% jika dibandingkan dengan volume kendaraan pada periode yang sama di hari sebelumnya.
Meski volume kendaraan sangat tinggi, ia menegaskan bahwa skema rekayasa lalu lintas satu arah atau one way sejauh ini berjalan efektif.

”Meskipun kendaraan terus mengalami peningkatan, implementasi rekayasa lalu lintas one way dapat menjaga arus lalu lintas tetap bergerak lancar dan terkendali,” tambahnya.
Salah satu titik krusial yang menjadi perhatian adalah kepadatan di tempat istirahat atau rest area. Ardam menjelaskan bahwa pihaknya bersama kepolisian telah menyiapkan langkah situasional untuk mencegah penumpukan yang meluber ke jalur utama.
”Demi menjaga kenyamanan pengguna jalan dalam memanfaatkan fasilitas istirahat, Astra Tol Cipali bersama kepolisian wilayah memberlakukan sistem buka-tutup secara situasional di seluruh rest area Ruas Tol Cipali,” jelasnya.
”Kebijakan ini berlaku di Rest Area KM 86, 102, 130, dan 166 jalur one way, serta KM 164, 130, 101, dan 77 jalur normal,” sambung Ardam.
Lebih lanjut, Ardam mengingatkan pengendara untuk tidak berhenti di bahu jalan apabila rest area telah penuh.
”Apabila rest area terpantau penuh, pengguna jalan diimbau untuk tidak berhenti di bahu jalan maupun memaksakan diri mengantre di jalur utama sebelum masuk area istirahat karena dapat memicu perlambatan arus,” tuturnya.
Sebagai alternatif bagi pemudik yang lelah namun mendapati rest area penuh, manajemen menyarankan untuk keluar melalui gerbang tol terdekat. Ardam menjamin hal ini tidak akan merugikan kantong pengguna jalan.
”Kami menjamin bahwa total akumulasi tarif tol tetap sama meskipun pengguna jalan keluar-masuk gerbang tol untuk beristirahat. Tarif dihitung berdasarkan jarak kilometer yang ditempuh,” tegasnya.
”Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu mengutamakan keselamatan, menjaga jarak aman antar kendaraan, dan wajib mematuhi arahan petugas di lapangan. Guna menjaga keselamatan bersama, jangan berpindah jalur maupun menggunakan u-turn selama rekayasa one way berlangsung,” pungkas Ardam.