Ringkasan Berita:
- Kata John Herdman setelah latihan Timnas Indonesia, Selasa (24/3), ungkap soal kondisi pemain dan prediksi laga melawan St Kitts and Nevis.
- Tidak ada yang sempurna, semua butuh proses dan adaptasi. John Herdman juga berbicara tentang kondisi timnya yang berbeda-beda. Hari ini di sesi latihan di Stadion Madya hanya ada 15 pemain.
- Namun, ia menegaskan, para pemainnya harus beradaptasi dengan waktu yang bergitu cepat, dan akan bekerja keras memberikan yang terbaik di lapangan.
Kita Tekno – – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman mengungkapkan jangan kaget bila pertandingan pertamanya tidak sempurna.
Ya, pada Jumat (27/3) mendatang, John Herdman akan memimpin Timnas Indonesia untuk pertama kalinya sebagai pelatih yang berada di pinggir lapangan.
Timnas Indonesia akan melakoni laga FIFA Series 2026 melawan St Kitts and Nevis sebelum menghadapi Bulgaria atau Kepulauan Solomon empat hari berselang di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
Sejak awal penunjukkannya sebagai pelatih Timnas Indonesia menggantikan Patrick Kluivert pada awal Januari 2026, John Herdman punya waktu tiga bulan untuk menganalisis, mengumpulkan informasi, berinteraksi, dan menyusun segala strategi dan taktikal yang dia perlukan untuk Timnas Indonesia.
Diketahui, jeda internasional adalah ajang singkat bagi para pemain melakoni pertandingan untuk negaranya.
Dan dengan waktu yang singkat itu, dengan pelatih baru, dengan metoda yang baru, mereka harus beradaptasi dengan cepat.
Belum lagi soal kedatangan pemain yang berbeda-beda karena jadwal pertandingan klub.
Pada sesi latihan hari ini, Selasa (24/3) hanya ada 15 pemain yang menjalani pemusatan latihan di Stadion Madya, Jakarta.
Belum tampak Jay Idzes, Kevin Diks, Calvin Verdonk, hingga Dean James.
“Ini normal dalam jeda internasional,” kata John Herdman usai sesi latihan Timnas Indonesia soal kondisi timnya yang belum lengkap di sesi latihan, dikutip dari tayangan Kompas TV.
“Anda akan memiliki pemain yang datang dengan level dan intensitas yang berbeda. Anda memiliki pemain yang bermain di klub dan berbagai gaya permainan.”
“Pemain di liga dengan intensitas berbeda. Sebagai seorang pelatih, Anda harus beradaptasi dengan hal itu,” bebernya.
“Jendela waktu dua hari itu sangat mepet. Kita harus berkerja secara taktis dan sangat cepat,” tegasnya.

Mantan pelatih Kanada itu telah menyiapkan segalanya sebelum sesi latihan perdana hari ini, termasuk dalam pendekatan ke pemain.
Beberapa waktu lalu ia tampak melakukan kunjungan ke berbagai klub pemain Timnas Indonesia yang abroad di Eropa, serta tak lupa memantau perkembangan pemain dalam kompetisi lokal.
Ia juga memberikan materi latihan dan strategi sebelum para pemain berkumpul di lapangan, sehingga para pemain dapat beradaptasi lebih awal.
“Jendela waktu dua hari itu sangat mepet. Kita harus berkerja secara taktis dan sangat cepat,” ungkapnya.
“Kami telah bertemu dengan kelompok pimpinan berkali-kali sebelum datang ke sini hari ini.”
“Para pemain menerima informasi sebelum mereka datang ke kamp pelatihan tentang sistem dan taktik yang akan diterapkan sebelum kami mulai berlatih,” sambungnya.
“Jadi ketika para pemain datang ke sini, mereka bekerja. Mereka bekerja untuk Anda. Mereka bekerja untuk para penggemar. Mereka tahu ini bukan hari libur. Ini bukan liburan,” tambahnya.
Oleh sebab itu, dengan segala kondisi yang ada saat ini, John mengungkap bahwa laga pertama tidak akan sempurna, tetapi ia dan anak asuhnya akan berkerja keras demi mendapat hasil terbaik.
Bersama timnas Kanada pada tahun 2018 lalu, John Herdman berhasil memenangkan laga perdananya dengan mengalahkan Selandia Baru.
Kemenangan itu berlanjut pada lima pertandingan berikutnya pada ajang kualifikasi CONCACAF National League dan Piala Emas.
Pendahulunya, Shin Tae-yong melakoni laga perdananya dengan Timnas Indonesia yang berakhir kekalahan 3-1 atas Oman pada Mei 2021.
Hasil Timnas Indonesia lebih buruk ketika berada di bawah asuhan Patrick Kluivert. Yang mana laga melawan Australia berakhir dengan kekalahan mencolok 5-1 (Maret 2025).
“Pada hari Jumat, semuanya tidak akan sempurna. Anda tahu, ini pertama kalinya saya bekerja dengan kelompok ini. Dan seperti yang Anda katakan, pemain yang berbeda datang pada waktu yang berbeda dan kita harus beradaptasi dengan itu.”
“Tapi kami akan menerimanya, kami akan menikmatinya, dan kami bersemangat untuk bermain,” tegasnya.
Soal St Kitts and Nevis
Selain itu, John juga pernah punya pengalaman melawan St Kitts and Nevis, tim yang dilawan Timnas Indonesia pada jumat mendatang.
Tim yang menempati ranking FIFA ke-154 itu memiliki transisi permainan yang baik, kekuatan, dan kecepatan dari para pemainnya.
Meski pertemuannya melawan St Kitts and Nevis terjadi pada tahun 2019 lalu, karakter tim tersebut masih memiliki kesamaan dengan saat ini. Termasuk saat dikomandoi oleh pelatih anyar, yakni Marcelo Serrano.
“Saya bermain melawan St Kitts and Nevis pada tahun 2019 itu sulit. Sangat sulit,” ungkapnya.
“Kanada menang 1-0. Tapi, mereka tim yang mirip, pemain yang mirip, pelatih yang berbeda, pelatih baru, jadi kita tidak tahu apa yang bisa diharapkan. Analisis tersebut menunjukkan bahwa mereka memiliki profil transisi, kekuatan, kecepatan, yang sangat langsung.”
“Jadi, kita harus siap menghadapi serangan balik. Para pemain kami akan siap menghadapi hal itu. Namun, karena adanya pelatih baru, kita harus fokus pada diri kita sendiri, identitas timnas kita, identitas yang baru. Jadi di situlah fokus kita. Namun kami akan selalu memikirkan transisi,” tutupnya.
Pertandingan Timnas Indonesia vs St Kitts and Nevis akan berlangsung pada Jumat (23/3/2026) pukul 20.00 WIB di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
(Tribunnews.com/Sina)