
Iran membuka akses terbatas Selat Hormuz bagi sejumlah negara di tengah ketegangan global yang mengganggu jalur perdagangan minyak dunia. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyebut negara yang resmi diizinkan meliputi China, Rusia, India, Irak, dan Pakistan.
“Kami mengizinkan pelayaran melalui Selat Hormuz bagi negara-negara sahabat,” kata Araghchi, dikutip dari The Economic Times, Kamis (26/3).
Araghchi juga menyebutkan bahwa Selat Hormuz tetap tertutup bagi negara “musuh” Iran, yaitu Israel, Amerika Serikat (AS), dan negara sekutu AS.
Berikut daftar negara yang terkonfirmasi mendapatkan izin dan sinyal positif dari Iran untuk meloloskan kapal-kapal minyaknya ke Selat Hormuz.
China & Rusia
China dan Rusia menempati daftar teratas negara yang mendapatkan akses prioritas. Berdasarkan laporan The Guardian, kapal-kapal dari kedua negara ini diizinkan melintas hampir tanpa hambatan sebagai bentuk kemitraan strategis.
India
India melakukan negosiasi diplomatik yang intens hingga berhasil mengamankan jalur prioritas di Selat Hormuz. Sekitar 20 kapal tanker India berhasil dikawal melewati selat tersebut, sebagaimana dilaporkan The Guardian pada Jumat (27/3).
Irak
Mengutip AlJazeera, Irak tetap mendapatkan akses karena ketergantungan geografis dan pasokan energi yang saling mengikat dengan Iran.
Pakistan
Pakistan mendapat izin karena tetap menjaga hubungan diplomatik dengan Iran sekaligus memiliki ketergantungan tinggi pada impor energi dari kawasan Teluk.
Menurut Reuters, kapal tanker Pakistan bahkan sudah melintasi Selat Hormuz setelah memuat minyak, menunjukkan jalur ini tetap krusial bagi pasokan energinya.
India
India, seperti dilansir AlJazeera, diizinkan melintas karena kebutuhan energi yang besar, dengan kapal pengangkut gas dilaporkan telah melewati selat dengan aman.
Pemerintah India juga memastikan pelayaran tetap berjalan untuk menjaga pasokan energi domestik.
Malaysia
Kantor berita Bernama melaporkan, Malaysia memperoleh akses setelah komunikasi langsung pemerintahnya dengan Teheran untuk menjamin keselamatan kapal dan awak.

Perdana Menteri Anwar Ibrahim bahkan menyampaikan terima kasih atas izin tersebut.
Menurut Reuters, izin itu didapatkan Malaysia usai dirinya berbicara dengan para pemimpin Iran, Mesir, Turki, dan negara-negara kawasan lainnya pada Kamis (26/3).
Thailand
Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul pada Sabtu (28/3) memastikan Thailand mendapatkan izin setelah negosiasi diplomatik yang dilangsungkannya, demikian dilaporkan AFP.

Berdasarkan laporan Seatrade Maritime News, tanker milik Bangchak Corporation berhasil lewat tanpa tambahan biaya setelah koordinasi sukses antara pemerintah Thailand dan Garda Revolusi Iran (IRGC).
Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas pasokan energi di tengah gangguan distribusi global.
Turki
Turki hanya memperoleh izin terbatas untuk sebagian kapal setelah melalui proses koordinasi dengan otoritas Iran.
Dari sejumlah kapal yang berada di kawasan, baru satu yang dilaporkan berhasil melintas, demikian seperti dikutip dari AlJazeera.
Kebijakan ini menunjukkan Iran tetap membuka jalur selektif bagi negara yang dianggap memiliki hubungan baik atau kepentingan strategis.
Indonesia
Dua kapal tanker Pertamina, yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro, yang tertahan di Selat Hormuz kini telah diberi sinyal untuk melewati jalur perairan penting di Timur Tengah itu.
Jubir I Kemlu, Yvonne Mewengkang pada Sabtu (28/3) mengatakan Kedubes Iran di Jakarta telah menyampaikan pertimbangan positif dari pemerintah Iran atas keamanan perlintasan kapal Pertamina di Selat Hormuz.

Sebelumnya, sempat diberitakan Indonesia tidak masuk dalam daftar negara yang diizinkan melintas sehingga mulai mengalihkan sumber impor minyak ke kawasan lain seperti Afrika dan Amerika.