
Kita Tekno DENPASAR – Puncak arus balik Lebaran 2026 di lintasan Ketapang–Gilimanuk mulai terasa sejak Minggu pagi. Ribuan kendaraan pemudik bergerak menuju Pelabuhan Ketapang untuk kembali ke Bali, membentuk antrean panjang yang dinamis, namun tetap mengalir dalam kendali.
ASDP mencatat 314.491 penumpang (61%) telah kembali ke Bali hingga H+7 Lebaran. Lonjakan trafik mulai terlihat sejak H+1 (23 Maret 2026) hingga H+6 (28 Maret 2026). Pada H+6, tercatat pergerakan tertinggi mencapai 15.781 unit kendaraan dan 49.523 penumpang dalam satu hari menjadi indikator kuat bahwa fase puncak arus balik telah berlangsung.
Data reservasi tiket melalui platform Ferizy juga menunjukkan tren signifikan. Sejak 11 Maret (H-10) hingga 1 April 2026 (H+10), total reservasi di Pelabuhan Ketapang mencapai 148.054 unit kendaraan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 135.256 unit telah terlayani hingga H+6, sementara sekitar 12.798 unit kendaraan masih dalam perjalanan menuju pelabuhan sesuai jadwal keberangkatan.
: Puncak Arus Balik Lebaran dengan KA di Wilayah Malang Raya Hari Ini (29/3)
Wakil Direktur Utama ASDP Yossianis Marciano menjelaskan angka tersebut mencerminkan bahwa arus balik belum sepenuhnya mereda.
“Potensi kepadatan masih akan terjadi seiring kedatangan kendaraan secara bertahap, sekaligus menegaskan pentingnya perencanaan perjalanan yang matang agar pengguna jasa dapat terhindar dari penumpukan,”jelas Yossianis dikutip dari keterangan resminya, Senin (30/3/2026).
: : Stok BBM Arus Balik, Pertamina Sumbagut Kerahkan 37 Motoris dan 14 SPBU Modular
Berdasarkan data produksi per 12 jam pada 29 Maret 2026 (00.00–12.00 WIB) atau H+7, tercatat 22.804 penumpang telah menyeberang. Adapun kendaraan yang dilayani meliputi 3.438 sepeda motor, 2.024 mobil pribadi, 667 truk logistik, dan 272 bus, dengan total 6.401 unit. Secara kumulatif sejak 22 Maret 2026 (HH) hingga 29 Maret 2026 pukul 12.00, sebanyak 97.683 kendaraan (59%) telah kembali ke Bali.
Di tengah tingginya mobilitas tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan seluruh layanan penyeberangan tetap berjalan optimal. Wakil Direktur Utama ASDP, Yossianis Marciano, menegaskan bahwa kesiapan operasional telah dimaksimalkan sejak awal periode arus balik.
: : Arus Balik di Bandara SSK II Pekanbaru, Penumpang Tembus 177.699 Orang
“Di tengah lonjakan pergerakan masyarakat, kami memastikan pelayanan tetap optimal. Armada siaga penuh, pengaturan arus kendaraan dimaksimalkan, serta koordinasi lintas instansi terus diperkuat agar pengguna jasa tetap terlayani dengan baik,” ujarnya.
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menjelaskan bahwa pada saat lonjakan terjadi, kendaraan barang dialihkan sementara ke kantong parkir yang telah disiapkan. “Saat arus padat, kendaraan logistik kami arahkan ke buffer zone seperti Bulusan, Terminal Sri Tanjung, dan area Pusri. Setelah kondisi lebih landai, kendaraan tersebut dilayani kembali secara bertahap,” jelasnya.
Untuk menjaga kelancaran, hingga 32 kapal dioperasikan, dengan 18 kapal menerapkan pola Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB). Optimalisasi buffer zone di Grand Watudodol, Terminal Sri Tanjung, Bulusan, dan PT Pusri juga terus dilakukan. Meski beberapa titik terpantau padat oleh kendaraan logistik, kondisi tetap dalam kendali petugas.
Dengan tingkat keterisian pelabuhan mencapai sekitar 90%, proses pemuatan kendaraan ke kapal tetap berlangsung lancar di seluruh dermaga.