Resah karena gunungan sampah di Pasar Kramat Jati

Photo of author

By AdminTekno

Tumpukan sampah setinggi sekitar 6 meter tampak menggunung di tempat penampungan sementara (TPS) di dalam kawasan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.

Gunungan sampah itu tepat berada di depan deretan lapak pedagang sayur, memicu bau menyengat yang tercium hingga ke dalam area pasar.

Tumpukan sampah itu dikelilingi pembatas kayu sederhana. Sampah yang menggunung tampak terdiri dari berbagai jenis, mulai dari plastik hingga boks-boks kayu. Namun, sampah didominasi limbah organik seperti sisa sayuran.

Sejak pagi, sejumlah truk terlihat datang silih berganti untuk membuang sampah ke TPS tersebut. Aktivitas ini membuat volume sampah terus bertambah.

Aroma busuk dari tumpukan sampah tercium kuat hingga ke dalam area pasar. Saat angin berembus, bau menyengat itu terbawa dan semakin menusuk hidung.

Curhat Warga Keluhkan Gunungan Sampah di Pasar Kramat Jati: Bikin Sesak Napas

Sugiat (55), salah satu warga sekitar yang juga bekerja sebagai tukang parkir, mengaku terganggu dengan bau busuk yang ditimbulkan dari tumpukan sampah tersebut. Bahkan, bau disebut dapat tercium hingga ratusan meter dari lokasi.

“Ya dampaknya ya mengganggu warga inilah, jelas baunya itu yang ini. Kalau yang punya penyakit bengek (asma) mah langsung ini, sesak napas gitu,” katanya saat ditemui di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (29/3).

“Ya sampai, sampai permukiman belakang sampai (baunya). Ya kira-kira lah 100-an meter lah,” lanjutnya.

Ia juga mengaku, bau dari sampah kerap menempel hingga ke pakaian dan tubuhnya setelah beraktivitas di sekitar pasar.

“Ya itu kalau lagi ini baunya kadang-kadang kalau lagi pas nggak sehat, sesak di napas. Iya karena baunya itu kadang-kadang sampai kayak pengap gitu,” ungkap Sugiat.

“Kalau sampai rumah juga masih nempel baunya kan di badan, di baju,” tambah dia.

Sugiat menyebut, sampah yang masuk ke TPS itu selalu ada setiap hari.

“Selalu ada tiap hari. Sampah kol, sampah jerami, buah-buahan semua. Iya sampah-sampah sayur itu tiap hari kan masuk,” kata Sugiat.

Sugiat menyebut, tumpukan sampah tersebut sudah terjadi sejak Januari 2026 lalu dan terus bertambah hingga kini.

“Iya, semenjak itu sampai sekarang. Berarti berapa bulan? Ini bulan apa? Maret kan ini? Ya, 2 bulan. Ini mau April ini kan, berarti mau 3 bulan,” kata Sugiat.

Tumpukan Sampah 6 Meter di Pasar Kramat Jati Capai 6.970 Ton, Terkendala Armada

Perumda Pasar Jaya buka suara terkait penumpukan sampah setinggi sekitar 6 meter di tempat penampungan sementara (TPS) di kawasan Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.

Total volume sampah yang menggunung disebut mencapai 6.970 ton atau setara sekitar 410 truk tronton.

Manager Humas Perumda Pasar Jaya, Topik Hidayatulloh, menjelaskan penumpukan terjadi akibat kendala teknis dalam penyediaan armada pengangkutan sejak Senin (9/3) lalu.

“Kami terus berkoordinasi intensif dengan instansi terkait untuk memastikan seluruh tumpukan sampah dapat segera terangkut sepenuhnya,” ujar Topik dalam keterangannya, Minggu (29/3).

Ia memastikan, pihaknya kini tengah mempercepat proses pengangkutan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta.

Dalam dua hari terakhir, upaya penanganan disebut menunjukkan progres. Sebanyak 33 truk tronton telah dikerahkan, terdiri dari 20 armada pada Jumat (27/3) dan 13 armada pada Sabtu (28/3).

Selain pengangkutan, Pasar Jaya juga melakukan penertiban dan penyaringan (screening) untuk menjaga alur pembuangan sampah tetap terkendali dan mencegah penumpukan kembali.

Leave a Comment