
Wakil Presiden ke-10 dan 12 sekaligus Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon.
“Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Mereka adalah pahlawan perdamaian, yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemanusiaan dan stabilitas dunia,” ujar JK dalam keterangannya, Selasa (31/3).
Prajurit tersebut tengah bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), yakni operasi penjaga perdamaian di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di kawasan rawan konflik.

JK menilai, pengorbanan prajurit TNI itu tidak hanya untuk kepentingan nasional, tetapi juga bagi global.
Ia menyebut, kehadiran Indonesia dalam misi perdamaian dunia sebagai bentuk nyata komitmen menjaga ketertiban internasional.
“Pengabdian mereka tidak hanya untuk Indonesia, tetapi untuk seluruh umat manusia. Ini adalah kehilangan besar, namun juga kebanggaan bagi bangsa,” lanjutnya.
Menurut JK, gugurnya prajurit TNI ini kembali mengingatkan besarnya risiko yang dihadapi pasukan perdamaian Indonesia di wilayah konflik. Meski demikian, Indonesia dinilai tetap konsisten berkontribusi dalam berbagai misi PBB sebagai bagian dari peran aktif menjaga perdamaian dunia.
Ia pun mengajak masyarakat untuk mendoakan para prajurit yang gugur serta memberikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan.