Gattuso minta maaf gagal bawa Italia ke Piala Dunia

Photo of author

By AdminTekno

Kita Tekno – , JAKARTA — Pelatih timnas Italia Gennaro Gattuso menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung Azzurri setelah gagal membawa timnya lolos ke Piala Dunia. Meski demikian, ia tetap menyimpan rasa bangga terhadap perjuangan para pemainnya yang harus bertarung dengan 10 orang saat menghadapi Bosnia dan Herzegovina di Zenica, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB.

Italia sempat berada di atas angin. Gol dari Moise Kean pada menit ke-15 membawa Azzurri unggul dan tampak mengendalikan jalannya laga. Namun, situasi berubah drastis setelah bek Alessandro Bastoni menerima kartu merah.

Meski kehilangan satu pemain, Italia tetap bertahan dengan gigih. Penjaga gawang Gianluigi Donnarumma bahkan menyuguhkan sejumlah penyelamatan penting untuk menjaga keunggulan timnya. Namun, harapan itu pupus ketika Bosnia menyamakan kedudukan lewat gol Haris Tabakovic pada menit-menit akhir pertandingan.

Skor imbang memaksa laga berlanjut ke babak perpanjangan waktu hingga akhirnya ditentukan melalui adu penalti. Pada momen penentuan tersebut, dua algojo Italia, Francesco Pio Esposito dan Bryan Cristante, gagal menjalankan tugasnya. Sebaliknya, Bosnia berhasil menuntaskan seluruh tendangan mereka dan memastikan kemenangan.

“Para pemain ini tidak pantas menerima hasil seperti ini. Mereka sudah menunjukkan usaha, cinta, dan tekad yang luar biasa,” kata Gattuso seusai pertandingan, dikutip dari Football Italia.

Ia menilai timnya sebenarnya memiliki peluang untuk menang. Bahkan, menurutnya, sebagian besar serangan lawan tidak benar-benar membahayakan pertahanan Italia.

“Saya tetap bangga dengan para pemain saya. Hari ini rasanya seperti semua energi saya sudah habis. Ini sangat penting bagi sepak bola Italia, dan tersingkir seperti ini tentu menyakitkan,” ujar mantan gelandang tangguh tersebut.

Pertandingan juga sempat diwarnai kontroversi pada babak perpanjangan waktu ketika Marco Palestra dijatuhkan di depan gawang. Namun, wasit asal Prancis Clement Turpin hanya memberikan kartu kuning dan tidak menunjuk titik putih.

 

Gattuso memilih tidak memperpanjang polemik tersebut. Ia mengaku menerima hasil pertandingan sebagai bagian dari sepak bola, meski sulit untuk itu.

“Saya sudah lama berada di dunia sepak bola. Kadang kita merayakan kemenangan, kadang kita terpukul seperti hari ini. Sulit, tetapi ini kenyataan,” katanya.

Pelatih berusia 48 tahun itu juga menegaskan bahwa dirinya secara pribadi bertanggung jawab atas kegagalan ini. Terlepas dari kegagalan, ia menilai para pemain telah memberikan segalanya di lapangan.

Di tengah kekecewaan tersebut, masa depan Gattuso bersama timnas Italia masih menjadi tanda tanya. Ia menilai pembicaraan soal posisinya bukan hal terpenting saat ini.

“Yang terpenting adalah Italia harus lolos ke Piala Dunia. Soal masa depan saya bukan hal utama saat ini,” ujar Gattuso.

Sementara itu, legenda Italia yang kini berada dalam struktur tim nasional, Gianluigi Buffon, memberi sinyal bahwa dirinya bersama Gattuso kemungkinan tetap berada di bangku kepelatihan hingga Juni. Hal itu dilakukan untuk memberi waktu kepada federasi dalam menentukan langkah berikutnya.

Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) Gabriele Gravina sebelumnya juga meminta staf pelatih saat ini tetap bertugas di tengah situasi yang sensitif.

“Kami membutuhkan waktu untuk melakukan evaluasi yang tepat,” ujar Buffon dalam konferensi pers.

Gravina sebelumnya menyatakan akan menggelar pemilihan Presiden FIGC dalam waktu dekat. Ini yang membuat posisi Gattuso dan Buffon di Gli Azzurri pada masa depan belum pasti.

Leave a Comment