Puan berduka 3 prajurit TNI gugur di Lebanon: Perang harus segera dihentikan!

Photo of author

By AdminTekno

Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI bagian dari UNIFIL yang tewas akibat eskalasi konflik antara Israel dan Hizbullah di Lebanon.

“Atas nama DPR RI maupun pribadi, saya sampaikan dukacita mendalam atas gugurnya 3 anak bangsa yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan di Lebanon,” ungkap Puan dalam keterangannya, Rabu (1/4).

Ia menegaskan negara memiliki hak untuk meminta pertanggungjawaban internasional atas insiden yang menewaskan personel Indonesia tersebut.

Ia mendukung langkah pemerintah yang mendorong dilakukannya investigasi untuk mengusut penyebab pasti gugurnya para prajurit.

“Negara berhak meminta pertanggungjawaban komunitas internasional sebagai bentuk perlindungan bagi setiap tumpah darah Indonesia,” tegas Puan.

Menurutnya, insiden ini menunjukkan keterlibatan Indonesia dalam misi perdamaian dunia tidak lepas dari risiko besar di lapangan.

“Kesadaran bahwa perdamaian dunia bukan agenda yang jauh dari kepentingan Indonesia, melainkan bagian dari tanggung jawab yang selalu memiliki konsekuensi nyata,” ungkap Puan.

“Keterlibatan Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia tidak pernah berada di ruang yang sepenuhnya aman, meskipun dijalankan di bawah mandat internasional,” tambahnya.

Ia menilai, pengorbanan prajurit TNI tersebut menjadi pengingat bahwa kontribusi Indonesia di panggung global bukan hanya melalui diplomasi, tetapi juga melalui kehadiran langsung di wilayah konflik.

“Namun insiden di Lebanon menunjukkan bahwa di balik simbol itu terdapat risiko nyata yang harus dibaca sebagai bagian dari perubahan lanskap konflik global, di mana batas antara wilayah perang, wilayah sipil, dan area perlindungan internasional semakin kabur,” jelasnya.

“Ketika prajurit Indonesia gugur dalam misi perdamaian, itu menunjukkan bahwa komitmen Indonesia terhadap perdamaian internasional selalu dibayar dengan tanggung jawab yang tidak ringan,” imbuh Puan.

Lebih lanjut, Puan menekankan pentingnya keseimbangan antara komitmen internasional dan perlindungan terhadap personel yang bertugas. Ia meminta negara memastikan setiap potensi ancaman dapat diantisipasi secara lebih adaptif.

“Keberanian pasukan Indonesia di medan konflik harus selalu diikuti dengan kesiapan negara memastikan bahwa setiap perkembangan ancaman dipetakan secara lebih adaptif,” jelasnya.

Di sisi lain, Puan juga menyerukan penghentian konflik yang terus memakan korban jiwa. Ia meminta komunitas internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, bertindak lebih tegas dalam merespons situasi tersebut.

“Perang harus segera dihentikan! Sudah berapa banyak korban berjatuhan demi kekuasaan pihak-pihak tertentu. PBB harus berani bertindak tegas,” ujarnya.

Selain itu, Puan mendorong pemerintah dan TNI memberikan penghormatan terbaik kepada ketiga prajurit yang gugur, termasuk pemenuhan hak-hak mereka sebagai bentuk penghargaan atas jasa dalam misi kemanusiaan.

“Ketiga putra terbaik Indonesia tersebut gugur saat menjalankan tugas mulia sebagai penjaga perdamaian dunia. Sudah selayaknya Negara memberikan penghargaan sebaik-baiknya atas pengorbanan mereka,” tutup Puan.

Leave a Comment