
Keluarga dan warga Ledok, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kabupaten Kulon Progo masih menanti kepulangan jenazah Prajurit Kepala (Praka) Farizal Rhomadhon yang gugur saat bertugas sebagai pasukan perdamaian di Lebanon.
“Belum ada pemberitahuan lagi. Belum ada (info terbaru),” kata Dukuh Ledok, Wakidi, Rabu (1/4).
Sesuai permintaan keluarga, Praka Farizal akan dimakamkan di pemakaman umum Nambangan yang berjarak sekitar 1 kilometer dari rumah duka.
“Di makam umum di sini, di Nambangan. Kurang lebih seribu meter (jaraknya),” katanya.
Meski begitu liang lahat belum digali karena masih menunggu kepastian kepulangan jenazah.
“Belum ada dawuh (arahan),” bebernya.

Wakidi kembali mengenang Farizal yang tetap ingat dengan keluarga dan warga sini meski sudah bertugas jauh hingga ke luar negeri.
“Sering membantu karang taruna di dusun ini,” katanya.
Pada Lebaran 2025 silam, Wakidi sempat bertemu Farizal saat salat Idul Fitri. Saat itu Farizal sempat pamit hendak bertugas di Lebanon.
Sebelumnya, Komandan Brigade Infanteri 25/Siwah Kolonel Dimar Bahtera melayat ke rumah duka Prajurit Kepala (Praka) Farizal Rhomadhon, Selasa (31/3).
Dimar menceritakan berdasarkan informasi yang dia terima Farizal gugur saat sedang menjalankan Salat Isya tak jauh dari pos UNIFIL.
“Jadi waktu salat, jadi bukan waktu Salat Subuh tapi pada saat Salat Isya. Jadi ketika Salat Isya yang bersangkutan sedang melaksanakan salat dan di situ sedang ada mortir ya, artileri yang jatuh di samping masjid. Kurang lebih seperti itu,” kata Dimar.

Sementara pihak keluarga menghendaki Farizal dimakamkan di makam kampung halamannya.
“Pemakamannya di sini sesuai dengan permintaan keluarga. Penghormatan dari negara itu ada upacara kehormatan, penghormatan pemakaman secara militer. Dan nanti saya rencananya yang akan memimpin upacara,” pungkasnya.
Istri Farizal yang masih berada di Aceh rencananya tiba di Kulon Progo pada 2 April besok.
“Nanti rencana besok (hari ini) dari Bireuen menuju Medan, kemudian tanggal 2 perjalanan dari Medan ke sini,” bebernya.