Panglima TNI ke rumah duka Kapten Zulmi yang gugur di Lebanon

Photo of author

By AdminTekno

Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian PBB Satgas Kontingen Garuda UNIFIL, gugur di Lebanon.

Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, mendatangi langsung rumah duka Zulmi pada Rabu (1/4) untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga sekaligus memastikan negara hadir bagi keluarga yang ditinggalkan.

Dalam keterangannya kepada awak media, ia menegaskan bahwa pemerintah akan memberikan penghargaan dan jaminan kepada keluarga prajurit yang gugur.

“Yang pertama akan memberikan KPLB kepada seluruhnya, dan kemudian hak-hak yang lain dari Asabri mungkin Rp 350 juta akan diberikan. Kemudian juga beasiswa untuk anaknya Rp 30 juta, sekolah anaknya juga akan kita perhatikan sampai nanti besar. Kemudian gaji akan diberikan 12 bulan penuh 100%, dan ada tabungan hari tua dihitung mulai TMT berdinas di militer. Terima kasih, itu saja yang bisa saya sampaikan,” ujar Jenderal Agus.

Panglima TNI menyampaikan bahwa proses pemulangan tengah diurus dan akan segera dilakukan.

“Akan segera kita urus pemulangan ke Indonesia. Sedang diurus oleh Komandan PMPP,” katanya.

Ia juga memastikan kondisi prajurit lain yang masih berada di Lebanon, termasuk yang tengah dirawat di rumah sakit, dalam keadaan tertangani dengan baik.

“Sudah ada di rumah sakit, sudah dirawat dengan baik, dan kita doakan semuanya cepat pulih,” tambahnya.

Jenderal Agus menegaskan bahwa seluruh prajurit yang terlibat akan mendapatkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka.

Negara memastikan bahwa keluarga almarhum akan mendapatkan santunan dari Asabri senilai Rp 350 juta, beasiswa pendidikan untuk anak sebesar Rp 30 juta serta pendampingan hingga dewasa, gaji penuh selama 12 bulan, serta tabungan hari tua yang dihitung sejak awal masa dinas. Selain itu, Kenaikan Pangkat Luar Biasa juga diberikan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengorbanan almarhum.

Leave a Comment