
jpnn.com – Gennaro Gattuso mengambil sikap tegas setelah kegagalan Timnas Italia menembus putaran final Piala Dunia 2026.
Pelatih berusia 48 tahun itu memilih mengakhiri masa jabatannya tak lama seusai hasil pahit yang diterima timnya.
Italia harus mengubur mimpi tampil di Piala Dunia setelah kalah dari Bosnia melalui drama adu penalti pada babak playoff zona Eropa.
Hasil tersebut sekaligus memperpanjang catatan buruk Gli Azzurri yang kini tiga kali beruntun gagal lolos ke ajang sepak bola paling bergengsi di dunia.
Italia Gagal ke Piala Dunia 2026, Gattuso Buka Suara dengan Nada Pahit
Gattuso mengakui keputusan mundur bukanlah hal mudah.
Namun, dia merasa langkah tersebut menjadi pilihan terbaik demi masa depan tim nasional.
“Dengan perasaan berat, saya memutuskan untuk mengakhiri peran saya karena target utama tidak tercapai.”
“Seragam tim nasional adalah kehormatan tertinggi, dan keputusan ini saya ambil agar proses evaluasi bisa berjalan lebih cepat,” ucapnya.
Italia Gagal Melaju ke Piala Dunia, Presiden FIGC Mundur
Mantan pemain AC Milan itu juga menyampaikan apresiasi kepada federasi serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama dirinya menjabat.
“Saya berterima kasih kepada federasi, termasuk presiden dan seluruh staf, atas kepercayaan yang diberikan kepada saya selama ini.”
Tak hanya itu, Gattuso juga mengungkapkan kebanggaannya pernah memimpin Italia, serta memuji dedikasi para pemain yang selalu menunjukkan komitmen tinggi di setiap pertandingan.
Bukan Cuma Italia, Ini Negara-Negara Besar yang Gagal ke Piala Dunia 2026
Gattuso turut menyampaikan terima kasih kepada para pendukung Italia yang tetap memberikan dukungan meski tim tengah berada dalam periode sulit.
“Saya juga ingin berterima kasih kepada para suporter yang selalu berdiri di belakang tim dalam situasi apa pun,” tandasnya.
Kepergian Gattuso menjadi awal evaluasi besar bagi Italia untuk bangkit dari keterpurukan.(footballitalia/mcr15/jpnn)