
Kita Tekno Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji mengungkap pengorbanan pemain keturunan Indonesia balik skandal paspor di Liga Belanda.
Saat ini beberapa pemain keturunan Indonesia tengah terseret dalam skandal paspor di Liga Belanda, berawal dari laporan NAC Breda.
Klub tersebut melaporkan kelayakan Dean James bermain di Eredivisie karena masih menggunakan paspor Belanda dalam pendaftaran.
Hal itu juga diakui direktur Go Ahead Eagles, selaku klub yang menaungi sang pemain, status James pun dipertanyakan.
Terutama karena James sudah berganti kewarganegaraan menjadi Indonesia, sehingga muncul dugaan paspor ganda yang berujung pada izin kerja.
Status James dan sejumlah pemain keturunan Indonesia adalah pemain non-Unk Eropa, itu berpengaruh pada izin kerja hingga gaji yang seharusnya didapat.
Inilah masalah yang sedang diselesaikan, KNVB tengah mengupayakan penyelidikan dan hasilnya belum dikeluarkan hingga saat ini.
Namun yang pasti, sudah ada total 25 pemain yang terseret dan tidak hanya dari Indonesia saja, melainkan beberapa negara lainnya.
Sumardji dalam keterangan resmi memastikan bahwa masalah ini tidak ada hubungannya dengan proses naturalisasi para pemain.
Skandal Paspor Ganda Pemain Keturunan Timnas Indonesia, Media Vietnam Terkejut PSSI Masih Bisa Tenang dan Santai
Para pemain tersebut juga tidak memiliki masalah dengan hukum Indonesia, keputusan menjadi WNI merupakan bentuk kecintaan pada Tanah Air.
“Seluruh pemain keturunan yang telah membela Tim Nasional Indonesia, termasuk di dalamnya Dean James, Justin Hubner, dan Nathan Tjoe-A-On telah sah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) dan dipastikan tidak ada masalah hukum Indonesia,” kata Sumardji.
“Mereka banyak yang lahir, besar, hidup dan memiliki keluarga di luar Indonesia. Jadi dengan mereka memutuskan menjadi WNI, bukti mereka punya kecintaan serta pengabdian terhadap Tanah Air,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Sumardji membeberkan kerja keras para pemain keturunan baik pada saat latihan maupun bertanding bersama timnas.
Selain itu, ada pengorbanan yang mereka pilih setelah melepas kewarganegaraan lama, termasuk izin kerja di Liga Belanda.
Sepetri itaulah situasi yang dialami pemain keturunan Indonesia yang saat ini berkarier di kasta teratas Liga Belanda.
“Tak hanya terbukti dari kerja keras mereka dalam latihan dan pertandingan Tim Nasional,” kata Sumardji lagi.
“Tapi terbukti juga bahwa dengan menjadi Warga Negara Indonesia banyak fasilitas yang harus mereka lepaskan.”
Kata KNVB Soal Skandal Paspor Pemain Keturunan Indonesia di Liga Belanda: Sangat Rumit!
“Misalnya keharusan memiliki izin atau visa untuk tinggal dan bekerja di negara asing, misalnya di Belanda.”
Sumardji juga menegaskan bahwa PSSI sangat bersyukur dapat memiliki mereka yang berperan di klub-klub top Eropa.
Seperti misalnya Maarten Paes bersama Ajax Amsterdam hingga Calvin Verdonk bersama LOSC Lille di kasta teratas Liga Prancis.
“Ini merupakan bentuk nyata pengorbanan yang diambil oleh pemain-pemain kita. Kami juga sangat bersyukur.”
“Bahwa pemain Timnas Indonesia masih dipercaya mengambil peran penting di klub-klub level teratas Eropa, misalnya Maarten Paes,” pungkas Sumardji.