Populer: Australia jamin pasokan BBM; India kembali beli minyak Iran

Photo of author

By AdminTekno

Krisis energi di Australia menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Minggu (5/4). Selain itu, India kembali mengimpor minyak dari Iran. Untuk lebih jelasnya, berikut rangkuman berita populer tersebut:

Krisis Energi, Australia Dapat Jaminan Pasokan BBM dari Jepang & Singapura

Pemerintah Australia telah mendapatkan jaminan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dari negara-negara pemasok utama di Asia, termasuk Jepang dan Singapura, di tengah kekhawatiran krisis energi global. Menteri Asisten Luar Negeri dan Perdagangan, Matt Thistlethwaite, mengkonfirmasi komitmen telah diterima dari Jepang, Korea Selatan, dan Singapura untuk melanjutkan pengiriman BBM ke Australia.

Jaminan ini krusial mengingat Australia, meskipun eksportir energi fosil, mayoritas produk minyaknya diimpor dari kilang di Asia, serta adanya kekhawatiran negara lain membatasi ekspor untuk menjaga stok domestik.

Data dari Institute for Energy Economics and Financial Analysis menunjukkan bahwa Korea Selatan menyumbang sekitar seperempat dari total impor BBM Australia, sementara sekitar 13 persen pasokan berasal dari Malaysia yang berdekatan dengan Singapura. Untuk memitigasi risiko pasokan, Menteri Energi Australia Chris Bowen pada Sabtu (4/4) menyatakan Australia juga tengah berupaya mendiversifikasi sumber impor BBM, termasuk dengan mencari pasokan dari Amerika Serikat dan Meksiko.

Perang di Iran telah memicu kenaikan harga BBM yang signifikan di Australia dan mengganggu jalur perdagangan vital melalui Selat Hormuz. Saat ini, hanya sekitar 17 persen produk minyak Australia yang diproses di dalam negeri, menyebabkan ratusan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di negara tersebut dilaporkan mengalami kelangkaan beberapa jenis bahan bakar dalam sepekan terakhir.

India Kembali Impor Minyak Iran Setelah 7 Tahun

India, sebagai importir dan konsumen minyak terbesar ketiga di dunia, telah kembali membeli minyak dari Iran setelah jeda tujuh tahun, di tengah gangguan pasokan energi global. Kementerian Perminyakan India pada Sabtu (4/4) mengkonfirmasi bahwa pasokan dari Teheran telah diamankan kembali, dengan kapal yang sebelumnya dikenai sanksi telah berlabuh di Mangalore membawa sekitar 44.000 metrik ton gas petroleum cair (LPG). Langkah ini menandai impor minyak mentah dari Iran pertama kali sejak Mei 2019, ketika tekanan dari Amerika Serikat (AS) menghentikan pembelian.

Gangguan pasokan akibat konflik di Iran dan Selat Hormuz memberikan dampak signifikan bagi India. Bulan Maret lalu, AS untuk sementara mencabut sanksi terhadap minyak dan produk olahan Iran guna meredakan kekurangan pasokan global.

Kementerian menyatakan bahwa kilang-kilang India memiliki fleksibilitas penuh untuk memperoleh pasokan dari lebih dari 40 negara, berdasarkan pertimbangan komersial, dan telah mengamankan seluruh kebutuhan minyak mentahnya untuk beberapa bulan ke depan.

Selain minyak Iran, India juga melakukan pembelian signifikan minyak Rusia. Sumber yang mengetahui transaksi tersebut mengungkapkan bahwa kilang-kilang minyak India telah membeli sekitar 60 juta barel minyak Rusia untuk pengiriman bulan April. Pembelian minyak Rusia ini dilakukan dengan premi antara USD 5 hingga USD 15 per barel terhadap harga Brent, sebuah strategi yang membantu meredakan kekhawatiran pasokan di tengah gejolak pasar energi.

Leave a Comment