Pasar Gardu Asem direvitalisasi, Pasar Kramat Jaya dibangun di Jakarta Utara

Photo of author

By AdminTekno

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi mengukuhkan komitmennya dalam menata ulang pasar tradisional ibu kota dengan memulai revitalisasi Pasar Gardu Asem di Jakarta Pusat dan pembangunan Pasar Kramat Jaya di Jakarta Utara. Langkah strategis ini menandai era baru bagi pasar-pasar rakyat, sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih modern dan nyaman.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan bagian integral dari fokus pemerintah untuk merapikan seluruh pasar tradisional di ibu kota. “Pada hari ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan revitalisasi dua pasar, yaitu Pasar Gardu Asem yang ada di Jakarta Pusat di tempat ini, kemudian Pasar Kramat Jaya yang ada di Jakarta Utara,” ungkap Pramono saat memimpin upacara peletakan batu pertama (groundbreaking) di Pasar Gardu Asem, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Senin (6/4).

Lebih lanjut, Pasar Gardu Asem yang membentang seluas 1.735 meter persegi akan menjalani revitalisasi total. Proyek ambisius ini dirancang untuk menampung 208 pedagang, menjanjikan fasilitas yang lebih modern dan nyaman bagi para pelaku usaha maupun pembeli. Sementara itu, pembangunan Pasar Kramat Jaya sebagai pasar baru di wilayah Jakarta Utara diharapkan dapat memperluas pusat ekonomi dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal.

Kebut Digitalisasi 153 Pasar Tradisional di Jakarta

Selain fokus pada perbaikan fisik bangunan, Gubernur Pramono Anung juga gencar mendorong transformasi sistem pembayaran di 153 pasar yang berada di bawah naungan Perumda Pasar Jaya. Inisiatif ini bertujuan untuk menghadirkan efisiensi dan transparansi dalam setiap transaksi.

“Dari 153 pasar sekarang ini, sudah 60 lebih yang sistem pembayarannya sepenuhnya sudah digitalisasi,” jelasnya. Menurut Pramono, implementasi sistem pembayaran digital akan membuat transaksi antara pedagang dan pembeli jauh lebih tertata, mengurangi risiko, dan meningkatkan akuntabilitas.

Dengan demikian, pasar-pasar di Jakarta diharapkan dapat menjadi lebih rapi, lebih nyaman, dan lebih aman. “Mudah-mudahan masyarakat juga bisa menikmati itu,” tambah Pramono, menekankan manfaat yang akan dirasakan langsung oleh warga ibu kota.

Melihat progres positif ini, Pramono telah menginstruksikan Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan, untuk segera menuntaskan proses digitalisasi bagi pasar-pasar tradisional yang tersisa. “Saya sudah meminta kepada Bapak Dirut untuk semuanya nanti dilakukan digitalisasi. Sehingga dengan demikian ini akan menjadi lebih baik,” pungkasnya, menegaskan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk menghadirkan pasar tradisional yang berdaya saing di era modern.

Leave a Comment