Haldy Sabri diduga sindir Ammar Zoni usai singgung Irish Bella dalam pleidoi

Photo of author

By AdminTekno

Suami Irish Bella, Haldy Sabri, diduga menyindir Ammar Zoni, usai nama sang istri dibawa-bawa dalam pleidoi. Dalam salah satu postingan di akun Instagramnya, Haldy memposting potret dirinya tengah tersenyum.

Di kolom keterangan Haldy menuliskan sindirannya. Meski tak menyebut nama, sindiran tersebut diarahkan terhadap Ammar Zoni yang membawa-bawa nama Irish Bella dalam nota pembelaannya di pengadilan.

“Harus nya kemaren Focus dulu aja dgn pembelaan…..jgn bikin pembelaan lebay dgn membawa bawa istri orang….,” tulis Haldy di akun @haldy_sabri.

Dalam kesempatan itu, Haldy juga menegaskan bahwa selama ini dirinya dan sang istri tak pernah mengusik kehidupan Ammar Zoni. Haldy juga berharap pihak Ammar tak membuka ruang untuk memutus tali silaturahmi di antara mereka.

“Terkesan nya curhat padahal selama ini kita tidak mengusik kita jalan sesuai sewajar nya hidup….jgn membuka ruang untuk memutuskan silaturahmi…semoga Allah SWT memberi yg terbaik ya putusannya nanti…Aaamiiin,” ungkap Haldy.

Ammar Zoni Cerita Momen Kelam Diceraikan Irish Bella saat Terjerat Kasus Narkoba

Ammar Zoni membeberkan salah satu titik terendah dalam hidupnya saat membacakan pleidoi atas tuntutan kasus dugaan peredaran narkotika di dalam rutan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Dalam pembelaannya, Ammar mengenang momen ketika mantan istrinya, Irish Bella, meminta diceraikan saat dirinya tengah menjalani rehabilitasi akibat kasus narkoba.

Ammar mengungkap, permintaan cerai tersebut datang saat dirinya tengah menjalani rehabilitasi akibat kasus narkoba sebelumnya.

Ia menilai momen itu menjadi salah satu titik terendah dalam hidupnya karena terjadi di tengah upayanya untuk pulih. Ammar Zoni mengaku tidak menginginkan perceraian tersebut.

Namun, keputusan Irish disebut sudah bulat meski dirinya telah berusaha menunjukkan perubahan.

“Dia pun tetap memaksa meminta talak, sebagaimana pun saya sudah meminta maaf, memohon, merajuk, meratap, menangis meminta dikasihani, meminta kesempatan sekali lagi agar jangan sampai berakhir. Namun keputusannya sudah bulat,” kata Ammar.

Ammar juga mengaku terpukul karena dibesarkan dalam keluarga yang tidak mengenal perceraian. Ia bahkan menyebut sempat merasa dirinya tidak pantas menjadi pasangan yang baik.

Tak berhenti di situ, Ammar mengungkap bahwa dirinya juga mendapat kabar sang mantan istri akan menikah lagi, bahkan sebelum genap 100 hari kepergian ayahnya.

Ia menyebut rangkaian peristiwa tersebut menjadi pukulan berat dalam hidupnya hingga sempat membuatnya berada di titik terendah.

Leave a Comment