Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), telah secara resmi melayangkan laporan polisi ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri pada Rabu, 8 April 2026. Laporan ini diajukan atas dugaan pencemaran nama baik yang melibatkan Rismon Sianipar serta beberapa akun media sosial.
Dalam laporannya yang terdaftar dengan nomor LP/B/135/IV/SPKT Bareskrim Polri, JK menuding terlapor menyebarkan video hoaks yang mengklaim dirinya mendanai Roy Suryo sebesar Rp5 miliar. Dana tersebut disebut-sebut dialokasikan untuk mengurus isu ijazah palsu Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pihak-pihak yang dilaporkan meliputi:
- Rismon Hasiholan Sianipar
- Pemilik/pengguna/penguasa akun YouTube dengan nama @STUDIOMUSIKROCKCIAMIS
- Pemilik/pengguna/penguasa akun Facebook dengan nama 1922 Pusat Madiun
JK menegaskan bahwa tuduhan tersebut adalah fitnah keji dan sebuah penghinaan besar terhadap dirinya. Ia merasa mustahil melakukan hal tersebut, mengingat ia dan Presiden Joko Widodo pernah bersama-sama memimpin pemerintahan Indonesia selama lima tahun.
“Kita sama-sama di pemerintahan, bersama-sama selama lima tahun, masa saya bayar orang Rp 5 miliar untuk menyelidiki beliau. Itu tidak pantas dan tidak mungkin saya lakukan,” tegas JK usai melayangkan laporan.
Lebih lanjut, Jusuf Kalla menyatakan bahwa tuduhan yang dilontarkan Rismon sangat merugikan martabatnya. “Itu penghinaan dan merugikan martabat saya, bahwa saya membiayai orang untuk memeriksa atau mengkhianati atau memeriksa Pak Jokowi. Dan saya, sekali lagi, tidak melakukan hal itu,” ujar JK dengan nada tegas. Ia menambahkan, keputusan untuk melaporkan masalah ini ke polisi diambil demi menjaga nama baiknya yang telah tercemar oleh penyebaran isu tersebut. “Karena itu sudah menyebar atau apa pun, ya saya bawa ke polisi karena nama baik saya,” sambungnya.
Terkait polemik keaslian ijazah yang telah menimbulkan kegaduhan di masyarakat selama tiga tahun terakhir, Jusuf Kalla juga menyampaikan permintaannya kepada Presiden Jokowi. JK mendesak agar Jokowi segera bertindak untuk menyudahi isu ini dengan memperlihatkan ijazah aslinya kepada publik. “Sebenarnya sederhana persoalannya, karena saya yakin Pak Jokowi bahwa punya ijazah asli. Ya sebenarnya kita setop lah ini perkara dengan cara tinggal Pak Jokowi memperlihatkan ijazahnya kan yang asli. Saya yakin itu, itu saja. Supaya ini…habis waktu kita,” pungkas JK, menekankan harapannya agar polemik yang menguras waktu ini segera berakhir.