Jakarta, IDN Times – Militer Israel menyampaikan penyesalan atas kerusakan yang tidak disengaja terhadap sebuah sinagoge di ibu kota Iran, Teheran. Mereka mengaku serangan Israel semalam menargetkan seorang komandan senior Iran.
“Dini hari tadi (Selasa), IDF (Pasukan Pertahanan Israel) menyerang seorang komandan senior di markas darurat ‘Khatam al-Anbiya’ dari rezim teroris Iran. IDF menyesali kerusakan tidak sengaja pada sinagoge dan menekankan bahwa serangan tersebut ditujukan pada target militer senior dalam angkatan bersenjata rezim, bukan pada tempat ibadah manapun,” kata juru bicara militer Israel pada Selasa (7/4/2026), dikutip dari MEE.
Pihaknya menyebutkan bahwa dampak serangan tersebut sedang ditinjau. Sementara itu, langkah-langkah juga telah diambil untuk mengurangi dampak terhadap warga sipil, termasuk penggunaan amunisi presisi dan pengawasan udara.
1. Komunitas Yahudi di Irak kutuk serangan tersebut 
Sebelumnya, kantor berita Iran, Shargh dan Mehr, melaporkan bahwa Sinagoge Rafi-Nia di pusat Teheran hancur total akibat serangan udara Amerika Serikat (AS)-Israel pada Selasa.
Rumah ibadah umat Yahudi itu hancur setelah sebuah bangunan tempat tinggal di sebelahnya diserang. Karena sempitnya jalan-jalan di sekitar lokasi serangan, bagian luar dan dalam bangunan di sekitarnya turut mengalami kerusakan parah. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa di sinagoge.
Dalam sebuah pernyataan, komunitas Yahudi di Iran mengecam keras serangan tersebut.
“Kami, umat Yahudi di Iran, mengutuk serangan brutal yang dilakukan oleh musuh Amerika-Zionis terhadap tanah air kami tercinta dan Sinagoge Rafi’-Nia,” kata komunitas tersebut, dikutip dari The New Arab.
Mereka menambahkan bahwa mereka berdiri bersama rakyat dan pemerintah Iran serta akan membela negara itu sampai titik darah penghabisan.
2. Gelombang serangan di berbagai wilayah Iran tewaskan 15 orang 
Homayoun Sameh, perwakilan komunitas Yahudi di Majelis Permusyawaratan Islam Iran, mengatakan bahwa rezim Zionis tidak menunjukkan belas kasihan terhadap komunitas tersebut selama hari raya Yahudi dan menargetkan salah satu sinagoge kuno dan suci di Iran.
“Sayangnya, dalam serangan ini, bangunan sinagoge hancur total dan gulungan Taurat kami tertimbun di bawah puing-puing,” ujarnya.
Sementara itu, sedikitnya 15 orang dilaporkan tewas akibat serangkaian serangan AS-Israel di berbagai wilayah Iran pada Selasa dini hari. Enam di antaranya tewas di kota Pardis di timur Teheran dan sembilan lainnya di Shahriar, sebelah barat ibu kota.
Dalam perkembangan terbaru, AS dan Iran telah menyetujui gencatan senjata selama 2 pekan, dengan Teheran akan membuka kembali Selat Hormuz. Adapun perundingan untuk menyelesaikan perjanjian perdamaian akan dimulai di Islamabad, Pakistan, pada Jumat (10/4/2026).
3. Populasi umat Yahudi di Iran berkisar 8 ribu hingga 15 ribu orang 
Yudaisme merupakan salah satu agama minoritas yang diakui secara resmi di Iran. Tidak ada data resmi mengenai jumlah populasi Yahudi di negara tersebut, tapi diperkirakan berkisar antara 8 ribu hingga 15 ribu orang. Banyak dari mereka melarikan diri dari Iran setelah revolusi Islam pada 1979.
Komunitas Yahudi di Iran memiliki sejumlah sinagoge, sekolah, dan fasilitas kosher yang sebagian besar tersebar di Teheran, Isfahan, dan Shiraz. Sinagoge Rafi-Nia sendiri dikenal sebagai salah satu tempat utama berkumpul bagi komunitas Yahudi dari wilayah Khorasan di timur laut Iran.
Serangan AS-Israel ke Iran Hancurkan Sinagoge Yahudi Pemimpin Oposisi Israel Tolak Gencatan Senjata AS-Iran Di Tengah Gencatan Senjata dengan AS, Iran Serang Israel-Bahrain