
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengusulkan peningkatan kuota Program Magang Nasional menjadi 150 ribu peserta pada 2026.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyampaikan, usulan itu telah diajukan kepada Presiden Prabowo dan kini masih menunggu kepastian anggarannya.
“Kita lihat antusiasme yang luar biasa dari peserta kemudian apresiasi dari perusahaan, kami sudah mengusulkan program magang 2026, kami mengusulkan jumlahnya naik menjadi 150.000 orang,” ujarnya dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (9/4).
Yassierli menyebut, keberlanjutan program ini diharapkan bisa menjawab harapan para peserta magang agar program dilanjutkan.
“Surat sudah kami sampaikan kepada Pak Presiden dan kami masih menunggu ketersediaan anggaran dan semoga ini juga dengan dukungan dari apa, dari Kementerian Keuangan, dari Kemenko nanti program ini bisa kita laksanakan,” lanjutnya.
Berdasarkan data yang dipaparkan Yassierli, total peserta yang lolos seleksi Program Magang Nasional 2025 mencapai 102.696 orang.
Batch II menjadi penyumbang terbesar dengan 62.128 peserta, disusul Batch III sebanyak 24.456 peserta dan Batch I sebanyak 14.952 peserta. Sementara itu, Batch IB mencatat jumlah paling kecil dengan 1.160 peserta.
Selain program magang dalam negeri, Kemnaker juga mendorong penguatan program magang luar negeri. Pada 2025, RI telah mengirim hampir 20 ribu peserta ke berbagai negara, dengan Jepang menjadi tujuan utama.
“Ada juga magang luar negeri, jadi kami ingin melaporkan bahwa tahun lalu 2025, kita mengirim hampir 20.000 orang ke luar negeri, sebagian besar itu Jepang, melalui jejaring,” kata Yassierli.
Di sisi lain, kata Yassierli, Kemnaker terus menjajaki peluang penempatan baru di luar negeri. Namun demikian, perluasan negara tujuan masih menghadapi kendala, terutama terkait kemampuan bahasa peserta.
“Kita masih fokus di Jepang, walaupun sudah ada beberapa permintaan dari negara lain, tapi biasanya isunya itu adalah terkait dengan bahasa, ya misalnya di Jerman, di Turki, di Taiwan, dan seterusnya,” tambahnya.