Kemendikdasmen gandeng ASEAN-SEAMEO bikin roadmap PAUD, usung 7 prioritas utama

Photo of author

By AdminTekno

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama ASEAN dan SEAMEO resmi meluncurkan joint roadmap atau peta jalan sebagai upaya memperkuat layanan pendidikan anak usia dini (PAUD) di kawasan Asia Tenggara.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan roadmap ini menjadi langkah strategis untuk mendorong peningkatan kualitas layanan PAUD secara terintegrasi lintas negara.

Roadmap ini berlandaskan tujuh area prioritas utama: memperluas akses yang merata, meningkatkan kualitas program dan pengalaman belajar, memperkuat tenaga pendidik ECCE, meningkatkan tata kelola dan kolaborasi lintas sektor, memberdayakan keluarga dan masyarakat, memanfaatkan inovasi digital, serta memastikan pembiayaan yang berkelanjutan,” papar Mu’ti di Sultan Hotel, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (9/4).

Mu’ti menyebut peluncuran roadmap ini merupakan wujud komitmen bersama negara-negara ASEAN untuk memajukan pendidikan anak usia dini sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia.

Ia menambahkan, dokumen ini tidak hanya menjadi acuan strategis, tetapi juga panduan praktis yang bisa diadaptasi oleh masing-masing negara sesuai konteks nasional.

“Tersusunnya dokumen ini mencerminkan visi bersama dan tanggung jawab kolektif kita untuk memajukan layanan Pendidikan Anak Usia Dini di kawasan,” katanya.

Menurut Mu’ti, roadmap ini merupakan tindak lanjut dari Deklarasi Pemimpin ASEAN tentang ECCE (Early Childhood Care and Education) yang telah diadopsi.

“Berdasarkan komitmen bersama tersebut, penyusunan roadmap ini merupakan langkah konkret untuk menerjemahkan aspirasi menjadi aksi yang terkoordinasi dan terukur,” ungkap Mu’ti.

Ia menekankan tantangan utama saat ini bukan lagi pada komitmen, melainkan implementasi di lapangan.

“Meskipun komitmen ini memberikan fondasi yang kuat, tantangan kita bersama terletak pada implementasi yang efektif. Sangat penting bagi kita untuk melampaui komitmen kebijakan menuju hasil nyata yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh anak,” ucapnya.

Roadmap ini juga dilengkapi dengan pendekatan implementasi yang terstruktur, mulai dari analisis hingga evaluasi.

“Ketujuh prioritas tersebut didukung oleh pendekatan bertahap yang mencakup analisis situasi, pengembangan kebijakan, implementasi, pemantauan dan evaluasi, serta berbagi pengetahuan,” kata Mu’ti.

Pendekatan ini diharapkan dapat membantu negara-negara ASEAN memperkuat sistem PAUD secara berkelanjutan dan berbasis bukti.

Mu’ti menyebut Indonesia berperan sebagai inisiator dalam penyusunan roadmap ini.

“Yang ini merupakan peta jalan yang dibuat bersama oleh negara-negara ASEAN dengan Indonesia sebagai host atau sebagai inisiatifnya,” kata dia.

Ia menegaskan roadmap ini juga sejalan dengan program nasional, termasuk penguatan pendidikan sejak usia dini.

Mu’ti pun berharap roadmap ini tidak hanya menjadi dokumen kebijakan, tetapi mampu mendorong aksi nyata di seluruh negara ASEAN.

Dirjen Paud Dikdasmen, Gogot Suharwoto, menjelaskan roadmap ini melibatkan 11 negara anggota serta berbagai mitra internasional dan lembaga pendidikan.

Roadmap ini sebetulnya inisiasi dari Indonesia pada saat Indonesia menjadi Chairman di ASEAN SEAMEO Declaration di tahun 2023, kemudian dilanjutkan di tahun 2024 dan kita mulai yang dimotori oleh SEAMEO CECCEP,” ungkapnya.

Ia menambahkan, roadmap ini mencakup berbagai aspek penting dalam penguatan PAUD, mulai dari akses hingga pendanaan.

Roadmap ini berisi 7 hal yang penting yang harus diberikan kepada anak usia dini. Mulai dari peningkatan layanan akses, kemudian ke layanan pembelajarannya. Kemudian yang ketiga adalah penguatan sumber daya manusianya, guru, kepala sekolah, pengawas, termasuk di pendidikannya, termasuk juga partnership ya, dengan semua mitra, khususnya di Indonesia karena lembaga PAUD kan kebanyakan 95% swasta, jadi harus kita libatkan kemitraan,” jelas Gogot.

“Yang keempat, empowering parents, arti parenting, karena parenting dan caregiver itu harus terlibat di dalam pendidikan anak usia dini sejak TPA ya, KB dan TK. Kemudian yang tidak kalah pentingnya adalah pemanfaatan teknologi, kita sudah memberikan perangkat interaktif digital ya, papan interaktif digital di 64.000 lembaga PAUD di seluruh Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur SEAMEO Secretariat, Habibah Abdul Rahim, menegaskan pentingnya investasi pada pendidikan anak usia dini sebagai fondasi pembangunan jangka panjang.

Roadmap ini sangat penting karena bagi pendidikan anak usia dini, hal ini bukan sekadar investasi, melainkan merupakan fondasi utama dalam pembentukan anak sejak tahap awal,” ungkap Habibah.

Ia menekankan kolaborasi menjadi kunci dalam memperkuat sistem PAUD.

“Karena untuk semakin memperkuat pendidikan anak usia dini, diperlukan kerja sama dari berbagai pihak dan juga lintas sektor,” kata dia.

Leave a Comment