
Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyampaikan pesan tertulisnya, 2 hari setelah tercapainya gencatan senjata dengan Amerika Serikat (AS) yang dimediasi Pakistan. Pesan itu disampaikan oleh stasiun TV negara, Kamis (9/4).
“Kami tak pernah ingin perang, dan kami tak pernah mau berperang,” katanya, dilansir AFP.
Ini adalah pesannya, pada peringatan 40 hari wafatnya Ayatollah Ali Khamenei, ayah Mojtaba Khamenei, yang wafat pada 28 Februari 2026.
Mojtaba melanjutkan, meski tak menginginkan perang, ia menyebut Iran tak bisa diam saja menghadapi agresi negara lain yang mengancam. Termasuk kepada sekutu-sekutu mereka.
“Tapi kami tak akan melepaskan legitimasi dan hak kami dalam kondisi apa pun, termasuk semua front perlawanan secara keseluruhan,” ucap Mojtaba.
Front perlawanan yang dimaksud Mojtaba melingkupi Hizbullah dan beberapa proksi Iran di wilayah Timur Tengah. Hizbullah, sampai hari ini belum mencapai gencatan senjata dengan Israel.
Bahkan, sehari setelah gencatan senjata, Israel menggempur posisi Hizbullah di Lebanon dan mengakibatkan 300 orang tewas dan ribuan luka-luka.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada rakyat Iran yang turun ke jalan-jalan di penjuru negeri.
“Suara kalian di tempat umum, tak diragukan lagi sangat berpengaruh pada negosiasi ke depan,” kata Mojtaba.