Kenapa penampilan Justin Bieber di Coachella 2026 panen kritik?

Photo of author

By AdminTekno

Justin Bieber gak sekadar manggung di Coachella 2026. Aksinya di Main Stage pada Sabtu (11/4/2026) waktu California, merupakan comeback perdananya di panggung besar sejak beberapa tahun terakhir. Statusnya sebagai headliner dan penampil dengan bayaran tertinggi, membuat ekspektasi publik otomatis meroket. Namun, alas, di ujung kehebohan itu, gak sedikit penonton yang justru merasa kecewa.

Terlepas dari momen haru kembalinya sang bintang di atas panggung, netizen ramai menuangkan kekesalan terhadap JB di media sosial. Wah, kenapa kira-kira penampilan Justin Bieber di Coachella tuai kritikan?

1. Panggung Justin Bieber dinilai terlalu sederhana untuk ukuran headliner, seolah kurang niat

Sebagai headliner festival sebesar Coachella, banyak penonton berharap Justin Bieber menghadirkan panggung yang megah dan berkonsep. Apalagi, sehari sebelumnya, Sabrina Carpenter yang juga menjadi headliner sudah menyajikan properti teatrikal dan penuh kejutan.

Namun kenyataannya, stage yang ditampilkan Justin Bieber justru cenderung minimalis dan sederhana. Panggungnya hanya berbentuk lingkaran dengan penuh lengkungan yang bisa dijadikan tempat JB berjalan.

Perbandingan ini bikin panggung Justin Bieber terasa kurang niat di mata sebagian penonton, apalagi mengingat statusnya digadang-gadang sebagai musisi dengan bayaran termahal di Coachella. Gak sedikit pula yang menyinggung bagaimana musisi perempuan harus bekerja keras, sementara pria bisa dengan sederhana menggaet penonton.

2. Setlist yang dipilih kurang familiar sama penonton awam

Justin Bieber terpantau membawakan lagu-lagu baru dari album anyar keluaran 2025. Namun, justru ini menjadi letak masalah bagi sebagian penonton festival. Banyak yang merasa setlist-nya tidak cukup familiar untuk penonton umum yang datang dan bukan fans berat. Kekecewaan ini terasa dalam, karena sebelumnya ramai sejumlah unggahan yang memuat dugaan daftar lagu lawas yang akan dibawakan JB.

Pada akhirnya, JB memang langsung menghajar keramaian dengan deretan hits, lagu-lagu lawasnya, seperti “Baby”, “Never Say Never”, atau “That Should Be Me.” Namun, lagi-lagi penonton dibuat kecewa karena lagu-lagu itu hanya dibawakan sebagian. Akibatnya, vibe nostalgia yang diharapkan banyak orang terasa kurang maksimal.

3. Nyari-nyari lagu di YouTube dan sekadar sing along, seolah tidak ada konsep dan setlist pasti

Salah satu kritik paling ramai adalah keputusan Justin Bieber memutar video dari YouTube, lalu sekadar bernyanyi mengikuti track tersebut. Banyak yang menyayangkan mengapa sang bintang tidak membawakan lagu secara penuh dengan konsep live performance yang matang.

Bagi banyak penonton dan netizen, pemandangan ini terasa seperti karaoke belaka di panggung festival internasional. Meskipun ada nilai nostalgia dan storytelling dari video-video tersebut, banyak yang merasa format ini kurang impactful untuk ukuran headliner Coachella yang biasanya identik dengan show besar dan imersif. Apalagi, Rolling Stones melaporkan bahwa penyanyi asli Kanada itu dapat bayaran paling tinggi sepanjang sejarah Coachella.

Kalau kamu, puas atau kecewa juga dengan penampilan Justin Bieber?

Justin Bieber di Coachella 2026 Ngajak Nostalgia lewat Baby! Prediksi Lagu di Album SWAG Justin Bieber yang Dibawakan di Coachella

Leave a Comment