Ketegangan memuncak di sekitar Mako Brimob Polda Metro Jaya di Kwitang, Jakarta Pusat, pada Kamis (28/8) malam. Gejolak ini dipicu oleh insiden tabrakan yang melibatkan seorang sopir ojek online (ojol) dengan kendaraan taktis kepolisian, memicu kemarahan publik yang meluas.
Menyusul insiden tersebut, ratusan massa ojol segera membanjiri dan mendatangi Mako Brimob Polda Metro Jaya. Kedatangan mereka yang berjumlah besar ini menunjukkan luapan protes dan tuntutan atas pertanggungjawaban terkait kecelakaan yang menimpa rekan mereka.
Hingga pukul 11.21 WIB, situasi di lokasi tetap genting. Massa ojol terlihat masih bertahan di sekitar kompleks Mako Brimob Polda Metro Jaya, menunjukkan keengganan untuk membubarkan diri. Sebagai respons, sejumlah anggota Brimob mengambil tindakan pengamanan dengan menutup sebagian akses jalan utama yang melintasi depan markas. Tak hanya itu, untuk membubarkan kerumunan, personel Brimob juga terpantau menembakkan gas air mata ke arah massa, menambah intensitas ketegangan di lapangan.
Ringkasan
Ketegangan terjadi di Mako Brimob Polda Metro Jaya, Kwitang, Jakarta Pusat, akibat insiden tabrakan antara sopir ojek online (ojol) dengan kendaraan taktis kepolisian. Ratusan massa ojol mendatangi Mako Brimob sebagai bentuk protes atas kejadian tersebut.
Situasi masih mencekam hingga pukul 11.21 WIB. Massa ojol bertahan di sekitar lokasi dan pihak Brimob menutup akses jalan serta menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan. Tindakan ini semakin meningkatkan ketegangan di lapangan.