Agenda APBN KiTa Sri Mulyani & Rakor BI Batal, Buntut Demo hingga Ojol Tewas

Photo of author

By AdminTekno

Serangkaian agenda penting pemerintahan terpaksa dibatalkan pada hari Jumat (29/8) menyusul pecahnya demonstrasi besar di Markas Komando Brigade Mobil (Brimob) Kwitang, Jakarta Pusat. Aksi massa yang bergolak ini dipicu oleh kemarahan mendalam para pengemudi ojek online (ojol) dan masyarakat yang menuntut keadilan atas meninggalnya salah satu rekan mereka dalam insiden yang melibatkan aparat kepolisian.

Awalnya, Kementerian Keuangan telah menjadwalkan konferensi pers APBN KiTa yang akan disampaikan secara luring oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani beserta jajarannya di Kantor Kemenkeu pada pukul 09.30 WIB. Namun, menyusul eskalasi kondisi keamanan sejak dini hari, rencana tersebut harus diubah. Pihak Kemenkeu mengumumkan melalui pesan kepada awak media, “Mempertimbangkan situasi keamanan per dini hari tadi, maka Konferensi Pers APBN Kita akan dilakukan secara online melalui zoom/video conference pukul 09.30.”

Tidak berhenti sampai di situ, selang beberapa jam kemudian, Kementerian Keuangan akhirnya mengambil keputusan lebih lanjut untuk membatalkan seluruh agenda APBN KiTa dan menjadwalkan ulang pada Rabu (3/9) mendatang. Pembatalan agenda vital juga menimpa Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) TPID & TP2DD yang direncanakan oleh Bank Indonesia (BI). Acara penting yang sedianya akan dihadiri oleh jajaran Kabinet Merah Putih ini turut dibatalkan. Pihak Bank Indonesia menginformasikan kepada media, “Sehubungan dengan kondisi saat ini yang kurang kondusif, bersama ini kami infokan Rakornas TPID & TP2DD DITUNDA & TIDAK JADI DISELENGGARAKAN HARI INI.”

Rakornas tersebut seharusnya menjadi forum penting yang mempertemukan Presiden RI, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Gubernur Bank Indonesia, Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, serta Menteri Koordinator Bidang Pangan. Selain itu, seluruh Kepala Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota yang menjadi peserta Rakornas TPID dan P2DD juga direncanakan hadir, menandakan betapa strategisnya agenda yang urung terlaksana itu.

Pemicu utama gejolak ini adalah insiden tragis yang menimpa seorang driver ojol bernama Affan Kurniawan (21). Ia tewas setelah terlindas mobil rantis polisi saat aksi demonstrasi sebelumnya berakhir ricuh pada Kamis (28/8) malam. Peristiwa memilukan ini segera memicu gelombang kemarahan yang meluas, mendorong ratusan pengemudi ojol untuk mendatangi Markas Brimob pada malam yang sama sekitar pukul 22.07 WIB untuk menuntut keadilan.

Di tengah suasana yang memanas, massa buruh juga turut menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR pada hari yang sama. Ini menandai kali kedua mereka turun ke jalan setelah unjuk rasa serupa pada Senin (25/8) yang juga berakhir ricuh. Dalam tuntutan mereka, para buruh mendesak penghapusan sistem outsourcing dan penghentian praktik upah murah, menambah kompleksitas dinamika sosial yang terjadi.

Leave a Comment