Kesulitan ekonomi sejak kecil memaksa Affan Kurniawan (21) mengubur impiannya menimba ilmu di SMK. Biaya pendidikan yang tinggi menjadi penghalang bagi keluarganya yang tinggal di kontrakan sempit berukuran 3×11 meter di sudut Jalan Menteng, Jakarta. Mereka, termasuk Affan dan tujuh anggota keluarga lainnya, hidup pas-pasan dalam keterbatasan.
Untuk mengubah nasib keluarga, Affan menjadi tulang punggung. Dengan sepeda motor kredit, ia menjadi pengemudi ojek online, menyusuri jalanan Ibu Kota. Setiap rupiah yang ia dapatkan dikumpulkan dengan tekun, sepenuh hati demi mewujudkan cita-cita keluarganya: memiliki sebidang tanah di Lampung.
“Affan itu ngojek, Pak. Dia nabung pengen beli tanah di Lampung, buat ibu bapaknya,” isak seorang kerabat saat bertemu Gubernur Jakarta periode 2017-2022, Anies Baswedan, di rumah duka Jumat (29/8). Kesedihan mendalam menyelimuti keluarga dan kerabat yang ditinggalkan.
Keluarga Affan merupakan perantau dari Lampung. Ia dan ibunya lahir di Tanjung Karang, sementara ayahnya, Zul, berasal dari Bima, Nusa Tenggara Barat. Mereka merantau ke Jakarta 11 tahun lalu, berharap menemukan kehidupan yang lebih baik. Affan sempat mengenyam pendidikan formal hingga SMP, namun impiannya untuk melanjutkan sekolah harus kandas karena keterbatasan ekonomi.
“Cita-cita dia sampai akhir cuma pengin ngebahagiain orang tua, itu aja,” ungkap Fakhrudin, kerabat Affan, menggambarkan sosok pemuda yang penuh kasih sayang itu. Keikhlasan dan kerja kerasnya dalam membahagiakan keluarga menjadi bukti nyata pengabdiannya.
Affan dimakamkan siang hari di TPU Karet Bivak. Ribuan pengemudi ojek online, rekan seprofesinya, hadir mengantarnya ke peristirahatan terakhir, mewarnai Jakarta dengan lautan jaket hijau sebagai penghormatan terakhir. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi banyak orang.
Tragisnya, Affan meninggal dunia setelah terlindas mobil rantis Brimob Polda Metro Jaya saat kericuhan demonstrasi di kawasan Pejompongan, Kamis (28/8) malam. Tujuh anggota Brimob yang terlibat telah diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan di Biro Paminal Divpropam Polri.
Ringkasan
Affan Kurniawan (21), seorang pengemudi ojek online, meninggal dunia setelah terlindas mobil rantis Brimob saat demonstrasi. Ia merupakan tulang punggung keluarga yang berasal dari Lampung dan merantau ke Jakarta. Demi membahagiakan orang tuanya, Affan bekerja keras sebagai ojek online dan menabung untuk membeli tanah di Lampung.
Keinginannya untuk memiliki tanah di kampung halamannya merupakan impian besar Affan. Ia terpaksa berhenti sekolah karena kesulitan ekonomi. Kepergiannya yang tragis meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekannya, dimana ribuan pengemudi ojek online turut mengantarnya ke peristirahatan terakhir.