Wali Kota Yogyakarta Minta Demonstran Tidak Tersulut Emosi

Photo of author

By AdminTekno

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, secara tegas mengimbau kepada seluruh mahasiswa dan warga kota untuk senantiasa menjaga ketertiban serta kedamaian saat menyampaikan aspirasi melalui unjuk rasa. Imbauan ini datang di tengah meningkatnya ketegangan dan serangkaian peristiwa yang mengguncang emosi publik belakangan ini.

Imbauan penting ini disampaikan menyusul insiden tewasnya driver ojol Affan Kurniawan dalam sebuah demonstrasi di Jakarta pada Kamis malam (28/8). Wali Kota Hasto mengungkapkan rasa duka cita mendalam dan empati atas kejadian tragis yang menimpa almarhum, sebuah peristiwa yang memicu gelombang solidaritas luas.

Peristiwa pilu tersebut lantas menyulut aksi solidaritas dan unjuk rasa besar-besaran di berbagai daerah, termasuk di Daerah Istimewa Yogyakarta. Menanggapi potensi kericuhan, Wali Kota Hasto secara spesifik mengajak, “Kami mengajak seluruh warga Kota Yogyakarta, monggo, marilah bersama-sama menciptakan suasana yang tertib, mencegah terjadinya keributan, tidak mudah terpancing emosi.”

Ia berharap, suasana kondusif dan aman dapat terus terpelihara di Yogyakarta agar tidak ada pihak mana pun yang mengalami kerugian akibat kericuhan atau eskalasi konflik. Menjaga ketertiban menjadi kunci utama demi keberlangsungan aktivitas masyarakat tanpa gangguan.

Namun, realitas di lapangan menunjukkan ketegangan yang sulit dibendung. Unjuk rasa solidaritas untuk Affan Kurniawan yang berlangsung di Mapolda DIY pada akhirnya berakhir ricuh. Kerusuhan ini mencapai puncaknya dari Jumat sore (29/8) hingga Sabtu dini hari (30/8), di mana demonstran dilaporkan membakar sejumlah kendaraan operasional dan merusak gedung penunjang layanan di kompleks Polda DIY.

Menanggapi aksi perusakan tersebut, aparat kepolisian kemudian membalas dengan menembakkan gas air mata dan kembang api untuk membubarkan massa yang semakin tak terkendali. (mcr25/jpnn)

Leave a Comment