Daftar Layanan TransJakarta-Gerbang Tol yang Rusak dan Terganggu Akibat Demo

Photo of author

By AdminTekno

Aksi demonstrasi yang berlangsung pada Jumat (29/8) lalu menyisakan dampak signifikan berupa kerusakan sejumlah fasilitas umum dan terganggunya layanan publik. Insiden ini, yang sebagian besar melibatkan perusakan dan pembakaran oleh oknum tak bertanggung jawab, telah mengganggu aktivitas masyarakat dan mobilitas di ibu kota. Akibat situasi yang belum kondusif, banyak layanan penting harus berhenti beroperasi atau beroperasi secara terbatas.

Berikut adalah daftar terperinci fasilitas dan layanan publik yang mengalami kerusakan, penghentian operasional, atau pembatasan pasca demonstrasi:

1. TransJakarta

Infrastruktur TransJakarta menjadi salah satu sasaran utama perusakan. Kepala Departemen Humas dan CSR TransJakarta, Ayu Wardhani, mengonfirmasi bahwa tujuh halte TransJakarta mengalami kerusakan parah, sebagian besar akibat pembakaran. “Hingga Sabtu pagi, ada 7 halte yang dibakar oleh oknum tidak bertanggung jawab,” ujar Ayu. TransJakarta pun menyerukan ajakan kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas publik demi keberlangsungan manfaatnya bagi banyak orang, seraya menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak.

Tujuh halte TransJakarta yang mengalami kerusakan adalah:

  • Halte Polda Metro Jaya
  • Halte Senen Toyota Rangga
  • Halte Sentral Senen
  • Halte Senayan BDKI
  • Halte Gerbang Pemuda
  • Halte Bundaran Senayan
  • Halte Pemuda Pramuka

Selain kerusakan fisik, seluruh koridor TransJakarta sempat menghentikan operasionalnya pasca-demonstrasi. Namun, sejumlah layanan Mikotrans dan Koridor 11 Pulogebang – Kampung Melayu telah kembali beroperasi untuk melayani masyarakat.

Rincian layanan Mikotrans yang telah kembali beroperasi meliputi:

  1. JAK.04
  2. JAK.05
  3. JAK.100
  4. JAK.102
  5. JAK.11
  6. JAK.112
  7. JAK.113
  8. JAK.117
  9. JAK.12
  10. JAK.15
  11. JAK.20
  12. JAK.22
  13. JAK.25
  14. JAK.26
  15. JAK.27
  16. JAK.28
  17. JAK.33
  18. JAK.34
  19. JAK.35
  20. JAK.38
  21. JAK.39
  22. JAK.44
  23. JAK.46
  24. JAK.49
  25. JAK.51
  26. JAK.52
  27. JAK.58
  28. JAK.64
  29. JAK.72
  30. JAK.73
  31. JAK.74
  32. JAK.77
  33. JAK.79
  34. JAK.80
  35. JAK.85
  36. JAK.88

2. MRT

Layanan Moda Raya Terpadu (MRT) juga tidak luput dari dampak demonstrasi. Stasiun MRT Istora Mandiri terpantau mengalami kerusakan signifikan. Kaca pintu masuk stasiun retak dan dipenuhi coretan vandalisme, sementara beberapa jendela di bagian luar stasiun pecah.

Akibat insiden ini, MRT Jakarta memberlakukan pola layanan terbatas atau short loop. Layanan hanya beroperasi dari Stasiun Lebak Bulus hingga Stasiun Blok M BCA, dengan estimasi waktu tunggu setiap kereta di stasiun sekitar 10 menit. Oleh karena itu, untuk sementara waktu, Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta hingga Stasiun ASEAN tidak menerima penumpang, guna pemulihan dan penyesuaian layanan.

3. Gerbang Tol

Kerusakan parah juga melanda sejumlah gerbang tol yang berlokasi di sekitar Gedung DPR/MPR. Salah satu yang paling terdampak adalah Gerbang Tol Kuningan 1. Gerbang tol ini hangus terbakar, hanya menyisakan kerangka besi dan seng yang gosong. Kondisi tersebut menyebabkan Gerbang Tol Kuningan 1 tidak dapat digunakan dan tidak ada kendaraan yang melintas di area tersebut.

Selain itu, Gerbang Tol Pejompongan yang letaknya tepat berseberangan dengan Gedung DPR juga mengalami nasib serupa, turut dibakar dalam aksi anarkis tersebut. Hal ini tentu mengganggu kelancaran arus lalu lintas di sejumlah ruas tol penting.

4. Layanan Kereta Jarak Jauh

Dampak demonstrasi juga merembet pada jadwal perjalanan kereta api jarak jauh (KJJ). PT KAI Daerah Operasi 1 Jakarta mengumumkan kebijakan “Pemberhentian Luar Biasa” (BLB) di Stasiun Jatinegara untuk sejumlah perjalanan KJJ yang seharusnya berangkat dari Stasiun Pasar Senen. Kebijakan ini diambil sebagai respons atas penutupan akses Jalan Kramat Kwitang dan simpang Pasar Senen yang menuju Stasiun Pasar Senen.

Dalam keterangannya, PT KAI menjelaskan bahwa rekayasa pola operasi ini bertujuan untuk mempermudah pelanggan dalam mengakses kereta api, mengingat kendala akses jalan. Langkah ini merupakan bentuk antisipasi dan upaya memberikan kemudahan bagi penumpang di tengah situasi yang tidak menentu. Oleh karena itu, PT KAI mengimbau agar calon penumpang dapat kembali memeriksa stasiun keberangkatan dan memperhitungkan waktu tempuh menuju stasiun agar tidak tertinggal kereta.

Leave a Comment