Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, kembali mengingatkan para pejabat untuk senantiasa bersikap empan papan. Istilah Jawa ini mengacu pada kemampuan untuk menyesuaikan diri dan memiliki kepekaan terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya. “Istilahnya wong Jawa kan empan papan misalnya gitu. Bisa menyesuaikan diri pada satu lingkungan, jadi peka,” jelas Sultan di Kepatihan Pemda DIY, Sabtu (30/8).
Sikap empan papan ini, menurut Sultan, sangat fundamental bagi seorang pejabat. Dalam konteks yang paling sederhana, hal ini dapat diwujudkan dengan tidak memamerkan kemewahan atau kekayaan. Di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang beragam, di mana terdapat perbedaan antara kaya dan miskin, seorang pemimpin harus bisa menahan diri. “Bagaimana kita punya perilaku. Pimpinan-pimpinan daerah gitu punya perilaku, gitu. Itu tidak berlebihan, gitu. Empan papan, gitu,” tegasnya, menekankan pentingnya perilaku yang bijak dan tidak berlebihan.
Lebih lanjut, terkait banyaknya aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat, Sultan juga menggarisbawahi pentingnya kepekaan para pemimpin daerah. Seorang pemimpin tidak hanya diharapkan untuk memikirkan apa yang ia pandang benar, namun juga merasakan apa yang menjadi kegelisahan atau harapan rakyatnya. “Tidak sekadar apa yang dia pikirkan, tapi apa yang harus dia rasakan. Saya kira, itu jauh lebih baik,” imbuh Sultan, menegaskan perlunya empati dalam kepemimpinan.
Zoom Dengan Mendagri
Pada hari yang sama, Sri Sultan Hamengku Buwono X juga mengikuti pertemuan daring (zoom) bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian. Dalam kesempatan tersebut, Mendagri menekankan pentingnya kepala daerah untuk bertanggung jawab penuh dan berperan aktif dalam menjaga stabilitas wilayah masing-masing.
Mendagri juga mengingatkan para pemimpin daerah untuk lebih berhati-hati dalam setiap aktivitas yang dilakukan. Sultan mencontohkan berbagai kejadian yang bisa menjadi sorotan, baik itu kegiatan berkesenian, aktivitas sosial, bahkan insiden “joget-joget seperti yang di DPR” yang sebenarnya terjadi setelah selesainya sidang. “Ketika menyelenggarakan acara, kepala daerah juga diminta lebih peka. Aktivitas sosial lebih banyak ditonjolkan daripada sekadar bermewah-mewah,” jelas Sultan, mengutip arahan Mendagri. Peringatan ini disampaikan agar para kepala daerah lebih waspada. “Kita diperingatkan untuk lebih hati-hati. Jangan sampai di daerahnya itu terjadi instabilitas,” pungkasnya.
PESAN REDAKSI:
Demonstrasi merupakan hak warga negara dalam berdemokrasi. Untuk kepentingan bersama, sebaiknya demonstrasi dilakukan secara damai tanpa aksi penjarahan dan perusakan fasilitas publik.
Ringkasan
Sri Sultan Hamengku Buwono X mengingatkan pejabat untuk bersikap empan papan, yaitu peka dan menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan. Hal ini termasuk menahan diri dari memamerkan kemewahan di tengah perbedaan kondisi ekonomi masyarakat. Sultan menekankan pentingnya perilaku bijak dan tidak berlebihan bagi para pemimpin daerah.
Selain itu, Sultan juga mengikuti pertemuan daring dengan Mendagri Tito Karnavian yang menekankan pentingnya kepala daerah untuk menjaga stabilitas wilayah. Kepala daerah diingatkan untuk lebih berhati-hati dalam setiap aktivitas dan peka terhadap kegiatan sosial daripada bermewah-mewah. Peringatan ini bertujuan agar kepala daerah lebih waspada terhadap potensi instabilitas di daerahnya.