
jateng.jpnn.com, SOLO – Persis Solo bersiap mengubah Stadion Manahan menjadi arena pertempuran ketika menjamu PSM Makassar pada pekan ke-14 BRI Super League, Sabtu (29/11).
Pelatih interim Persis Solo Tithan Suryata memastikan timnya sudah ‘dipompa habis-habisan’ untuk duel yang dia sebut sebagai laga krusial bagi harga diri tim sekaligus perjalanan mereka di papan bawah.
Tithan tak menutup mata bahwa PSM Makassar datang dengan modal yang mengerikan, yakni pesta lima gol ke gawang PSBS Biak di laga sebelumnya.
Namun, alih-alih gentar, dia justru menegaskan para pemain Persis sudah bertekad tampil lebih liar, lebih agresif, dan tidak menyisakan ruang sedikit pun untuk tim tamu.
“Pertandingan lawan PSM bakal sangat krusial. Kami sudah beberapa laga belum dapat tiga poin. Besok para pemain akan tampil maksimal, tujuannya menang,” tegas Tithan.
Tithan mengaku tim pelatih sudah melakukan sentuhan ulang pada taktik dan penguatan fisik, menyusul evaluasi beruntun dari hasil inkonsisten Laskar Sambernyawa.
Bedah video beberapa pertandingan PSM menjadi dasar perbaikan pola main, termasuk bagaimana memutus ritme permainan lini tengah Juku Eja yang tengah naik daun.
Dua hasil imbang di laga sebelumnya, menurutnya, cukup untuk mendongkrak mental skuad yang tengah berjuang keluar dari zona merah.
“Kami sudah siapkan skema setelah menganalisis PSM. Dua laga terakhir memang imbang, tapi mental pemain terangkat. Itu modal penting untuk pertandingan esok,” ujarnya.
Kabar baik datang dari kepulihan dua pemain asing, Fuad Sule dan Gervane Kastaneer. Keduanya siap dimainkan dan memberi lebih banyak opsi serangan bagi Persis.
“Di beberapa pertandingan kita kehilangan poin dan belum pernah dapat poin penuh di kandang. Besok kita akan bermain lebih terbuka dan terus menekan pertahanan lawan. Itu kesepakatan tim. Tidak ada beban, karena targetnya jelas: menang,” tegas Tithan.
Laskar Sambernyawa kini berkubang di zona degradasi dengan koleksi tujuh poin dari 12 pertandingan. Mereka terpaut tiga angka dari zona aman, membuat setiap laga terasa seperti final kecil yang harus dimenangkan.
Duel melawan PSM di Manahan, Sabtu malam, menjadi kesempatan emas untuk meraih tiga poin pertama di kandang musim ini, sekaligus mendongkrak moral tim yang tengah berjuang keluar dari tekanan. (jpnn)