Demonstran-aparat bentrok di Minneapolis usai agen imigrasi AS tembak mati warga

Photo of author

By AdminTekno

Pada Kamis (8/1), demonstran dan aparat penegak hukum di Minneapolis, Amerika Serikat (AS) terlibat dalam bentrokan, menyusul penembakan fatal terhadap wanita bernama Renee Nicole Good (37) sehari sebelumnya. Penembakan itu dilakukan oleh agen Immigration and Customs Enforcement (ICE)/Imigrasi dan Bea Cukai.

Kerumunan besar demonstran berkumpul di sekitar Minneapolis untuk melayangkan protes dengan teriakan slogan menentang ICE. Agen imigrasi yang dilengkapi dengan senjata merica dan gas air mata bergulat dengan sejumlah demonstran hingga jatuh ke tanah.

Sementara, Kepolisian Portland menyebut dalam insiden terpisah pada Kamis sore, agen federal AS menembak dan melukai 2 orang di kota Portland, Oregon bagian Barat.

“Dua orang dirawat di rumah sakit setelah penembakan yang melibatkan agen federal. Seorang pria dan wanita terluka oleh luka tembak yang jelas,” katanya sebagaimana dikutip dari AFP.

Dalam konferensi pers pada Kamis malam, Gubernur Oregon Tina Kotek menyampaikan keprihatinan atas penggunaan kekerasan oleh agen federal di Portland. Ia juga menyerukan penyelidikan penuh atas penembakan tersebut.

Penembakan Good

Dilansir AFP, Good ditembak di kepala ketika dia mencoba melarikan diri dari agen-agen imigrasi yang mendekati mobilnya. Menurut para agen itu, mobil Good menghalangi jalan mereka.

Rekaman dari Rabu (7/1) menunjukkan seorang agen mencoba membuka pintu mobil Good sebelum petugas lain—yang beridiri di dekat bemper depan—menembak 3 kali ke arah Honda SUV yang sedang bergerak.

Kendaraan itu lantas menabrak mobil-mobil yang terparkir, sementara para saksi mata yang ketakutan mencaci maki petugas federal sebelum tubuh Good yang berlumuran darah tampak terkulai di balik kemudi.

Kata polisi, sebagai warga negara AS, Good bukanlah target tindakan penegakan hukum imigrasi dan hanya mencurigai menghalangi lalu lintas.

Dia meninggalkan seorang istri dan anak (6). Lebih dari 800.00 dolar AS telah terkumpul untuk pihak keluarga.

Ibu korban, Donna Ganger, mengatakan kepada Minnesota Star Tribune bahwa putrinya “mungkin ketakutan” dan “bukan bagian” dari aktivitas anti-ICE.

Para pemimpin agama berpidato di hadapan kerumunan di lokasi kematian Good, di mana tugu peringatan berupa bunga dan lilin semakin banyak.

Kata Para Pejabat

Presiden AS Donald Trump dan pejabat senior mengklaim, dalam insiden Minneapolis, Good mencoba membunuh agen ICE.

“Saya ingin melihat tidak ada yang ditembak. Saya ingin melihat tidak ada yang berteriak dan mencoba menabrak polisi,” ujar dia pada The New York Times.

Senada, Wakil Presiden JD Vance mengatakan—tanpa menyertakan bukti—Good adalah bagian dari “jaringan sayap kiri yang lebih luas” yang menentang ICE. Vance bersikeras, tindakan agen itu adalah bentuk “membela diri”.

“(Good adalah bagian dari upaya yang lebih luas) untuk menyerang, membongkar identitas, melakukan penyerangan, dan membuat petugas ICE kami tidak mungkin melakukan pekerjaan mereka,” sambung Vance.

Juru Bicara (jubir) Gedung Putih Karoline Leavitt menyatakan, aparat penegak hukum AS “sedang diserang secara terorganisir”.

Eskalasi Demonstrasi

Protes di Minneapolis meningkat setelah Gubernur Demokrat Minnesota, Tim Walz menyebutnya sebagai “tugas patriotik” untuk berdemonstrasi.

“Melihat wanita itu dibunuh kemarin—tidak lagi. Ini tidak bisa terus terjadi. Dan saya tidak bisa hanya duduk di rumah dan menontonnya,” kata Shanda Copeland (62) kepada AFP dalam sebuah protes di kota itu pada Kamis.

“Saya merasa setidaknya saya ada di sini dan saya akan menyuarakan pendapat saya sekeras mungkin,” sambung dia.

Sekolah-sekolah di Minneapolis ditutup pada hari Kamis dan Jumat sebagai antisipasi kerusuhan.

Walz mengatakan, Minnesota harus berpartisipasi dalam penyelidikan penembakan bersama dengan penyelidik federal. Jika tidak, Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem “adalah hakim, juri, dan pada dasarnya algojo.”

Namun Vance menyarankan bahwa petugas tersebut akan dibebaskan oleh penyelidikan federal yang akan mengecualikan pejabat tingkat negara bagian.

“Gagasan bahwa ini tidak dibenarkan adalah absurd,” katanya.

Deportasi Imigran

Insiden penembakan Good pada Rabu terjadi selama protes atas penegakan hukum imigrasi di Minneapolis bagian Selatan, di mana penduduk setempat mengungkapkan kemarahan yang meluas atas janji Trump untuk menangkap dan mendeportasi “jutaan” orang tanpa dokumen.

Abdinasir Abdullahi (38) seorang warga negara AS yang dinaturalisasi dan berasal dari Ethiopia, mengatakan kepada AFP bahwa ia tidak pernah pergi ke mana pun tanpa paspornya karena takut pada ICE.

“Mereka tidak percaya jika saya mengatakan saya warga negara, mereka tidak mau mempercayai Anda,” katanya.

Leave a Comment