Curah hujan ekstrem yang melanda wilayah Jabodetabek telah memicu banjir dan genangan serius di beberapa ruas Tol Sedyatmo, khususnya jalur menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kondisi ini menyebabkan gangguan signifikan bagi para pengguna jalan, dengan dua titik krusial masih terendam air hingga Senin (12/1) siang.
Menurut Ginanjar Bekti R, Senior Manager Representative Office 2 Jasamarga Metropolitan Tollroad, petugas telah sigap mendeteksi genangan sejak pagi hari. Namun, derasnya curah hujan yang tak berhenti membuat upaya penanganan menjadi sangat menantang. Ginanjar menjelaskan, “Petugas pertama mendeteksi genangan pada pukul 07.58 WIB dan langsung menuju ke lokasi untuk memastikan pompa beroperasi normal. Namun, curah hujan yang terus meningkat dan berlangsung cukup lama telah menyebabkan limpasan air yang cukup deras dari kawasan sekitar membanjiri saluran air jalan tol, sehingga kapasitas pompa kami tidak mampu cepat mengurangi debit genangan.” Situasi ini menggambarkan betapa masifnya volume air yang harus diatasi.
Hingga pukul 13.00 WIB, Ginanjar mengonfirmasi bahwa dua lokasi utama masih menjadi fokus penanganan intensif tim di lapangan, yakni Off Ramp – GT Pluit 3 dan KM 31+000 A Off Ramp Rawa Bokor. Untuk mengatasi kondisi ini, Jasamarga bersama Jasamarga Tollroad Operator (JMTO), Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM), dan pihak Kepolisian terus bersinergi. Mereka aktif melakukan upaya pengurangan debit air dan mengatur lalu lintas secara cermat demi mengurai kepadatan yang terjadi.
Mewakili Jasamarga, Ginanjar menyampaikan permohonan maaf yang tulus atas ketidaknyamanan yang dialami para pengguna jalan tol akibat genangan ini. Mengingat urgensi situasi, khususnya bagi mereka yang memiliki jadwal penerbangan krusial, Ginanjar sangat menyarankan untuk mencari rute alternatif. Beliau menegaskan, “Jika memiliki jadwal penerbangan yang mendesak, harap dapat memanfaatkan akses lain melalui JORR 2 atau dengan mempertimbangkan moda transportasi umum lainnya untuk menuju Bandara Soekarno-Hatta.”