Syafiq Ali nekat mendaki Gunung Slamet gara-gara putus cinta? Papan hijau jadi bukti: Hai mantan

Photo of author

By AdminTekno

Ringkasan Berita:

  • Syafiq Ridhan Ali Razan, pendaki yang hilang di Gunung Slamet dan ditemukan meninggal dunia, diduga naik gunung karena urusan percintaan. 
  • Bukti yang menguatkan dugaan ini adalah papan bertuliskan “Hi Mantan, Dapat Salam dari Gunung Slamet 3428 Mdpl” yang sengaja dibawa Syafiq Ali dan ditemukan di jaket temannya, Himawan Haidar. 
  • Meskipun pendakian ini terkait cinta, tragedi tersebut menunjukkan risiko besar bagi pendaki pemula yang menaklukkan gunung ekstrem tanpa persiapan matang.

Kita Tekno – Syafiq Ridhan Ali Razan atau Syafiq Ali, pendaki yang hilang dan ditemukan meninggal dunia di Gunung Slamet, diduga nekat mendaki gunung tertinggi di Jawa Tengah itu gara-gara putus cinta.

Dugaan itu muncul setelah ditemukannya sebuah papan bertuliskan “Hi Mantan, Dapat Salam dari Gunung Slamet 3428 Mdpl”.

Papan berwarna hijau itu yang ditemukan tim relawan pada hari kesembilan pencarian, Selasa (6/1/2026).

Papan itu sempat disimpan di dalam jaket temannya, Himawan Haidar, yang selamat dari pendakian.

Kepala Desa Clekatakan, Sutrisno, menjelaskan papan tersebut ditemukan saat Himawan dievakuasi dalam kondisi lemas ke Basecamp Dipajaya.

Sebagai informasi, Basecamp Dipajaya, titik di mana Syafiq Ali memulai pendakian, terletak di Desa Clekatakan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

Basecamp Dipajaya merupakan pos pendakian untuk mendaki Gunung Slamet, menjadi alternatif jalur Bambangan dengan jarak tempuh yang lebih singkat.

Jalur ini sering digunakan pendaki karena menawarkan pengalaman berbeda dan lebih tenang. 

Menurut Sutrisno, papan itu memang sengaja dipesan Syafiq Ali secara online dan dibawa untuk bersenang-senang serta berfoto di puncak gunung.

Himawan Haidar membenarkan bahwa papan itu milik Syafiq Ali dan sengaja dibawa hingga puncak untuk diabadikan dalam foto.

“Dia pesan dulu secara online, lalu saya yang bawa dan masukkan ke jaket.

Di puncak, dia foto dengan papan itu, katanya untuk ramai-ramai saja,” ujar Himawan Haidar kepada wartawan, dikutip pada Rabu (14/1/2026). 

Papan bertuliskan pesan untuk mantan itu menunjukkan sisi personal dari pendakian yang dilakukan Syafiq Ali.

Dugaan bahwa pendakian ini dipicu urusan percintaan semakin menguat karena ia diketahui memiliki hubungan asmara yang sering putus-nyambung.

Meski motif cinta ini menjadi perhatian publik, tragedi ini tetap menunjukkan risiko besar mendaki gunung tanpa persiapan matang.

Syafiq Ali, yang baru berusia 18 tahun dan tergolong pendaki pemula, nekat menaklukkan Gunung Slamet, gunung tertinggi di Jawa Tengah dengan ketinggian 3.432 Mdpl.

Kejadian ini sekaligus menjadi peringatan bagi remaja lainnya agar tidak terbawa emosi atau dorongan sesaat saat mengambil keputusan ekstrem.

Meski alasan pendakian terkait cinta, keselamatan tetap menjadi faktor utama yang harus diperhatikan sebelum menapaki jalur ekstrem seperti Gunung Slamet.

Kronologi Syafiq Ali tewas di Gunung Slamet

Syafiq Ridhan Ali Razan ma memulai pendakian bersama rekannya, Himawan Haidar Bahran, pada Sabtu, 27 Desember 2025 melalui Basecamp Dipajaya, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang.

Keduanya berencana melakukan pendakian tektok atau tidak bermalam.

Di tengah perjalanan, Himawan mengalami cedera kaki sehingga kesulitan melanjutkan pendakian.

Melihat kondisi rekannya, Syafiq memutuskan turun sendirian untuk mencari bantuan.

Namun, Syafiq tidak kunjung kembali ke lokasi Himawan berada.

Pada Minggu malam, 28 Desember 2025, tim relawan gabungan mulai melakukan pencarian terhadap kedua pendaki tersebut.

Himawan akhirnya ditemukan lebih dulu dalam kondisi selamat meski lemas di sekitar Pos 9 pada Selasa, 30 Desember 2025.

Ia kemudian dievakuasi ke basecamp oleh tim SAR gabungan.

Sementara itu, Syafiq masih dinyatakan hilang.

Operasi pencarian melibatkan ratusan personel dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, relawan, serta komunitas pendaki.

Penyisiran dilakukan di jalur resmi pendakian, sumber air, lereng curam, hingga jurang di kawasan Gunung Slamet.

Medan ekstrem dan cuaca buruk menjadi kendala utama selama proses pencarian.

Setelah 13 hari, operasi SAR sempat dihentikan dan dialihkan ke tahap pemantauan.

Namun, upaya pencarian terus dilakukan oleh relawan.

Pada Rabu, 14 Januari 2026, pencarian akhirnya membuahkan hasil.

Syafiq ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Jenazah Syafiq ditemukan di Gunung Malang, area Watu Langgar, pada hari ke-17 pencarian.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang, Agus Ikmaludin, mengonfirmasi penemuan tersebut.

“Syafiq Razan Ali ditemukan di Gunung Malang area Watu Langgar Hari ke-17.

Meninggal dunia,” ujar Agus Ikmaludin kepada wartawan, Rabu (14/1/2026).

Saat artikel ini dibuat, proses evakuasi jenazah masih dilakukan oleh tim relawan gabungan.

(TribunTrends/ Amr)

Leave a Comment