Jakarta, IDN Times – Tambang emas PT Antam di Kabupaten Bogor, Jawa Barat dikabarkan meledak pada Rabu (14/1/2026). Video dengan narasi peristiwa ledakan itu beredar di media sosial dan WhatsApp.
Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya sudah mendapatkan laporan itu, dan langsung mengecek ke lokasi.
Dia belum dapat memberikan penjelasan lebih lanjut, karena saat dihubungi, Wikha menyebut anggotanya pun masih belum bisa masuk ke lokasi.
“Masih dicek, Forkopimda perjalanan ke Bogor,” kata Wikha saat dihubungi.
1. Terdapat kepulan asap 
Wikha belum membeberkan lebih lanjut terkait kecelakaan tambang yang terjadi. Dia hanya menyebut muncul kepulan asap di lokasi.
“Info sementara ada asap. Kalau ledakan nanti saya cek dulu setelah sampai lokasi,” ujar dia.
Wikha juga belum bisa memastikan apakah ada penambang yang terjebak. Kata dia, saat ini anggota belum bisa masuk ke lokasi.
“Anggota masih belum bisa masuk lokasi. Kadar CO² (karbondioksida) masih tinggi,” ujarnya.
2. Antam bantah ratusan orang terjebak di dalam tambang 
PT Aneka Tambang Tbk menegaskan, informasi yang beredar di media sosial terkait adanya ledakan di area tambang serta klaim ratusan orang terjebak di dalam tambang adalah tidak benar atau hoaks.
Corporate Secretary Antam, Wisnu Danandi, mengatakan video yang beredar merupakan dokumentasi penanganan kondisi teknis di area tambang bawah tanah yang telah diantisipasi dan ditangani sesuai dengan prosedur keselamatan dan standar operasional perusahaan.
“Termasuk pengaturan ventilasi dan pengamanan area kerja. Kondisi tersebut tidak berdampak pada keselamatan karyawan Antam, dan seluruh aktivitas operasional perusahaan berada dalam kondisi terkendali,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya.
3. Antam memastikan tak ada ledakan 
Antam memastikan tidak terjadi ledakan sebagaimana yang diinformasikan dalam konten beredar. Lalu, tidak ada karyawan Antam yang terjebak di dalam area tambang.
“Perseroan senantiasa menjalankan kegiatan usaha dengan mengedepankan keselamatan kerja, pengendalian risiko, dan penerapan good mining practice, serta berkoordinasi dengan aparat dan pemangku kepentingan terkait untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” kata Wisnu.
“Antam mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan merujuk pada informasi resmi yang disampaikan oleh perusahaan maupun pihak berwenang,” lanjutnya.
Harga Emas Antam Melesat Rp25 Ribu Tembus Rp2,6 Juta Segram