
Kabar mengenai Amerika Serikat (AS) yang telah menuntaskan penjualan perdana minyak asal Venezuela dengan nilai sekitar USD 500 juta menjadi salah satu berita populer sepanjang Jumat (16/1).
Selain itu, terdapat juga CEO Danantara Rosan Roeslani yang membeberkan 6 proyek hilirisasi Danantara yang ditarget akan mulai groundbreaking bulan ini. Berikut ringkasannya:
AS Mulai Jual Minyak Venezuela
Penjualan perdana minyak asal Venezuela oleh AS dengan nilai sekitar USD 500 juta ini terjadi tak lama setelah AS melancarkan serangan ke Venezuela dan menahan Presiden Nicolás Maduro pada awal bulan ini. Dalam periode itu, Presiden AS Donald Trump secara terbuka menyatakan niatnya untuk memanfaatkan besarnya cadangan minyak yang dimiliki Venezuela.
Seorang pejabat pemerintahan AS menyampaikan transaksi lanjutan diperkirakan akan menyusul dalam beberapa hari hingga pekan mendatang.
Pada Jumat (15/1), Trump menyebut industri minyak diproyeksikan akan menanamkan investasi sedikitnya USD 100 miliar guna membangun kembali sektor energi Venezuela yang terpuruk. Namun, sumber perhitungan angka tersebut tidak dijelaskan secara rinci.
Meski demikian, rencana pemerintahan Trump untuk mengoptimalkan cadangan minyak Venezuela menuai respons hati-hati dari para petinggi perusahaan energi AS dalam pertemuan di Gedung Putih pada hari yang sama.
“Ini tidak layak untuk diinvestasikan. Ada banyak kerangka hukum dan komersial yang harus dibentuk terlebih dahulu untuk sekadar memahami potensi imbal hasil dari investasi tersebut,” kata CEO ExxonMobil Darren Woods kepada para pejabat saat membahas berbagai hambatan dalam berbisnis di Venezuela, dikutip dari CNN, Sabtu (17/1).
Sementara itu, Reuters pada Rabu (14/1) melaporkan minyak mentah Venezuela ditawarkan kepada para pedagang dengan harga lebih murah dibandingkan minyak dari negara lain, termasuk Kanada.
6 Proyek Hilirisasi Danantara
Rosan menyampaikan proyek hilirisasi yang akan dijalankan Danantara mencakup berbagai sektor, mulai dari mineral hingga peternakan. Ia menegaskan, enam proyek hilirisasi itu tidak terpusat di satu lokasi saja, melainkan tersebar di sejumlah wilayah berbeda.
“Nah 6 itu hilirisasi di bidang bauksit, lalu alumina, aluminium, makanya tadi saya sempat menyinggung di Kalimantan Barat, karena selain klien kami itu ada 3 lagi di daerah situ. Itu investasinya kurang lebih USD 2,8 billion. Kemudian investasi di Cilacap, di Banyuwangi, di bioavtur, dan juga ada juga di hilirisasi peternakan, itu juga ada,” kata Rosan ditemui di Kantor Kementerian Investasi/BKPM, Jakarta Pusat, dikutip Sabtu (17/1).
Untuk sektor peternakan, Rosan mengungkapkan pemerintah sebenarnya menargetkan pengembangan proyek di 13 wilayah. Hingga saat ini, studi kelayakan atau feasibility study (FS) telah rampung di lima daerah.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sebanyak enam hingga sebelas proyek hilirisasi yang dikaji oleh Danantara direncanakan mulai berjalan dalam waktu dekat, dengan total nilai investasi mencapai USD 6 miliar atau setara Rp 101 triliun.