
Kita Tekno Simak profil Kak Seto, psikolog anak yang dikritik imbas kasus Aurelie Moeremans. Ternyata Kak Seto pernah jalani hidup susah di Jakarta.
Seperti diketahui, Psikolog Anak Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto belakangan ini ramai dihujat publik. Bukan tanpa sebab, hal itu karena Kak Seto dituding sempat abaikan laporan kasus grooming Aurelie Moeremans.
Tudingan itu muncul usai Aurelie merilis buku perjalanan pahitnya saat jadi korban grooming berjudul Broken Strings. Di buku itu, Aurelie mengaku sudah meminta pertolongangan Komnas PA hingga KPAI namun tak mendapat respon memadai.
Di kritik imbas kasus Aurelie Moeremans, lantas seperti apa profil Kak Seto? Simak penjelasannya.
Profil Kak Seto
Prof. Dr. H. Seto Mulyadi, S.Psi., M.Si., Psikolog. atau yang akrab disapa Kak Seto adalah psikolog anak dan pernah menjabat sebagai Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia. Melansir Bangkapos.com, Kak Seto lahir di Klaten pada 28 Agustus 1951.
Sejak kecil, Kak Seto dikenal sebagai sosok yang tidak bisa diam. Ia pernah beberapa kali jatuh hingga sempat mengalami fobia, tetapi ia selalu melatih diri agar fobia tersebut hilang dengan melakukan aktivitas ekstrim seperti parkour.
Satu hal yang banyak orang belum tahu mengenai Kak Seto adalah Ia memiliki seorang saudara kembar laki-laki bernama Kresno Mulyadi. Sama seperti Kak Seto, Kresno Mulyadi juga menekuni bidang psikologi anak dan kini menjadi seorang psikiater anak.
Sebelum terjun di dunia psikologi, ternyata Kak Seto awalnya ingin berkuliah di fakultas Kedokteran. Kegagalannya masuk fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dan Universitas Indonesia membuatnya hijrah ke Jakarta meski tanpa keahlian apapun.
Kak Seto akhirnya berkuliah di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia atas saran dari Pak Kasur yang ia kenal sejak ia menjadi asisten pemilik Taman Kanak-kanak.
Kronologi Kak Seto Dikritik Imbas Buku Broken Strings Aurelie Moeremans, Dituding Sempat Cuek Soal Laporan sang Artis
“Hidup saya berubah sejak bertemu dengan Pak Kasur pada tgl 4-4-1970, yang akhirnya mengantar perjalanan saya sebagai ‘Sahabat Anak’ sampai sekarang,” kata Kak Seto seperti dikutip dari keterangan unggahan di akun Instagram-nya, Senin (22/4/2024).

“Sejak menginjakkan kaki di Jakarta 54 tahun yang lalu, tanpa bekal dan tanpa tujuan, saya menggelandang dengan pekerjaan serabutan hingga tidur di tempat sampah,” kata Kak Seto.
Kak Seto menyelesaikan pendidikan Sarjana di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia pada 1981, Pendidikan Magister Bidang Psikologi Program Pascasarjana Universitas Indonesia pada 1989, dan meraih gelar Doktor bidang Psikologi Program Pascasarjana Universitas Indonesia pada 1993.
Nama Kak Seto kian dikenal saat mengisi acara Aneka Ria Taman Kanak-kanak bersama Henny Purwonegoro. Dalam acara itu, Kak Seto mendongeng, mengisi acara belajar sambil bernyanyi, dan bermain sulap bersama anak-anak.
Dituntut untuk selalu berpikir kreatif akhirnya membuat kak Seto berhasil menciptakan karakter Si Komo. Si Komo pun tercipta dalam bentuk boneka dan juga lagu. Karakter Si Komo menguat dan banyak dikenal.
Pada tahun 2007, Kak Seto mendirikan sekolah alternatif bernama Homeschooling Kak Seto atau disingkat HSKS. HSKS merupakan lembaga pendidikan alternatif yang menjadi salah satu solusi pendidikan bagi anak-anak Indonesia baik yang berada di dalam negeri maupun luar negeri. Sesuai dengan visinya, yaitu menyediakan program pendidikan bagi anak agar memiliki keterampilan, life skill, dan karakter yang kukuh sebagai calon pemimpin bangsa pada masa depan.
Klarifikasi Kak Seto Soal Kasus Aurelie Moeremans
Kak Seto sempat menulis klarifikasi usai dituding abaikan laporan Aurelie. Dalam klarifikasi itu, Kak Seto dan lembaga terkait mengaku sudah berusaha maksimal untuk ikut menyelesaikan kasus tersebut.
“Mohon kepada para sahabat semua, kiranya kita dapat menyikapo kembali pemberitaan terkait kasus tersebut dengan kepala dingin dan hati yang jernih, tanpa memelintir fakta ke arah pemahaman yang keliru. Pada masanya, kami telah berupaya semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan dan tanggung jawab kami saat itu.”
“Kami memahami bahwa setiap peristiwa menyisakan luka, proses, dan pembelajaran bagi semua pihak yang terlibat. Apabila di tahun 2026 ini ada pihak yang kembali mengangkat kasus tahun 2010 tersebut, kiranya hal itu tidak dijadikan ruang untuk saling menuduh, memfitnah, menyerang secara personal, atau mengubah makna fakta yang sebenarnya. Mari kita bersikap lebih bijak, adil dan berempati. Kami berharap semua pihak yang pernah terlibat dapat tersebut pulih, berdamai dengan masa lalu, dan menjalani kehidupan yang lebih baik ke depan,” tulis Kak Seto dalam media sosialnya.
Demikianlah profil Kak Seto, profil Kak Seto, psikolog anak yang dikritik imbas kasus Aurelie Moeremans. (*)
Sosok Deviana Mulyadi, Istri Kak Seto yang Cantik dan Awet Muda, Ikut Disorot Usai Buku Broken Strings Viral