Update pencarian korban pesawat ATR: Black box ditemukan, 2 teridentifikasi

Photo of author

By AdminTekno

Tim DVI gabungan telah mengidentifikasi satu mayat perempuan yang menjadi korban pesawat ATR 42-500, yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulsel.

Mayat perempuan yang diketahui sebagai korban kedua yang ditemukan pada Senin (19/1) lalu tersebut bernama Florencia Lolita Wibisono. Florencia diketahui merupakan pramugari pesawat ATR 42-500.

Kabid dokkes Polda Sulsel, Kombes Pol Muhammad Haris mengatakan, tim DVI telah melakukan pemeriksaan terhadap mayat yang diserahkan pada Selasa (20/1) malam.

“Sudah dilakukan pemeriksaan dan hasilnya sudah keluar. Mayat bernama Florencia Lolita Wibisono,” kata Muhammad Haris saat jumpa pers di Pangkep, Rabu (21/1).

Ia menjelaskan, jenazah perempuan dengan nomor postmortem 62B.01, cocok dan berkesesuaian dengan antemortem nomor AM004. Dan dari pemeriksaan sidik jari data gigi properti dan ciri medis, menunjukkan jenazah adalah Florencia.

“Jadi, teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono, jenis kelamin perempuan umur 33 tahun, dengan alamat Pulogadung, Jakarta Timur,” tegas dia.

Pria Korban Pesawat ATR Teridentifikasi: Deden Maulana, Pegawai KKP

Identitas jenazah pria korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, akhirnya terungkap. Korban pertama yang ditemukan merupakan Deden Maulana.

Dari data manifest, Deden Maulana adalah penumpang pesawat ATR. Dia pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dengan pangkat Penata Muda tingkat 1, jabatannya Pengelola Barang Milik Negara.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sekitar pukul 22.05 WITA, nampak peti jenazah bertuliskan nama Dede Maulana dengan label post mortem PM.62.B.02 dikeluarkan dari ruangan post morten. Peti itu kemudian diserahkan ke keluarga Deden.

Peti jenazah itu, diterima oleh perempuan bernama Vera, yang disebut-sebut adalah istri Deden. Vera pun tak kuasa membendung air mata. Tangannya gemetar, saat berkas hasil pemeriksaan itu diserahkan oleh Kasubdit Dokpol Biddokkes Polda Sulsel, AKBP Elvis J.

Setelah penyerahan itu, peti jenazah langsung dinaikkan ke mobil ambulans lalu dibawa ke Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Black Box Pesawat ATR yang Jatuh di Gunung Bulusaraung Ditemukan

Black box pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Pangkep, akhirnya ditemukan. Tim SAR menemukan kotak hitam pesawat ini di puing-puing ekor pesawat.

Asisten Operasi Kodam XIV Hasanuddin Kolonel Inf Dody Triyo Hadi mengatakan, tim khusus menemukan black box pesawat sekitar pukul 11.00 WITA, Rabu (21/1).

“Kita bersyukur, pada pukul 11.00 Wita tim khusus yang kita bentuk bersama personel Yonif 700 Raider Ida Yudha Sakti, Basarnas, dan Tim Reaksi Cepat Bosowa berhasil menemukan black box,” kata Dody.

Ia menjelaskan, black box ditemukan dalam ekor pesawat yang berada dalam kedalaman 150 meter dari puncak lokasi jatuhnya pesawat berdasarkan hasil pengukuran tim. Dan kondisinya masih terpasang.

“Black box berada di dalam potongan ekor pesawat dan masih pada posisinya. Alhamdulillah sudah bisa dilepas dari dudukannya dan saat ini sedang diturunkan menuju Posko Tompobulu,” ucapnya.

Dia menjelaskan, black box tampak dalam kondisi utuh. Tapi, pemeriksaan lanjutan akan dilakukan oleh KNKT.

Korban Ketiga Pesawat ATR 42-500 PK-THT Ditemukan

Dengan temuan tersebut, total korban yang telah ditemukan menjadi tiga orang.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI (Purn) Mohammad Syafii, mengatakan korban ketiga ditemukan sekitar pukul 12.30 WITA.

“Iya, sudah tiga korban yang ditemukan,” kata Syafii kepada wartawan di Makassar, Rabu (21/1).

“Lokasinya tidak jauh dari sektor 1 dan sektor 4. Kami juga melakukan penyisiran di sektor 2 dan sektor 3,” ungkapnya.

Syafii mengaku belum mengetahui secara pasti jenis kelamin dan kondisi korban. Berdasarkan informasi sementara, korban ketiga ditemukan dalam kondisi tidak utuh.

Leave a Comment